Indonesia Membutuhkan Bibit-bibit Wirausaha, Ada Penjelasan dari Bambang Brodjonegoro

Sekarang, Indonesia membutuhkan bibit-bibit wirausaha untuk membuka lapangan kerja lebih luas lagi.

Indonesia Membutuhkan Bibit-bibit Wirausaha, Ada Penjelasan dari Bambang Brodjonegoro
thinkstockphotos
Ilustrasi. Sekarang, Indonesia membutuhkan bibit-bibit wirausaha untuk membuka lapangan kerja lebih luas lagi. 

"Dan jadi entrepreneurnya mudah mudahan enggak "latah"," lanjut dia.

Latah yang dimaksud yakni terlalu mengekor bidang yang sudah terlihat sukses saja.

Dalam mindset kebanyakan orang mungkin wirausaha yang potensial saat ini adalah dengan membangun start up.

6 Tahun Lagi Ada Taksi Terbang, Berapa Ongkosnya?

Bukan tanpa alasan, sebab Indonesia memiliki tiga start up unicorn dengan valuasi di atas 1 miliar dollar AS yaitu Tokopedia, Traveloka, dan Bukalapak.

Tak hanya itu, bahkan Go-Jek memiliki valuasi 10 miliar dollar AS sehingga memegang status Decacorn.

Kesuksesan star tup tersebut lantas menginspirasi entrepreneur lainnya untuk mengikuti jejak mereka.

Namun, fakta menunjukkan bahwa jauh lebih banyak start up yang gagal daripada berhasil.

"Memang semangat jadi wirausaha tinggi. Tapi semuanya maunya ke digital, semuanya mau jadi startup," kata Bambang.

Siapkan Pengganti Android, Huawei Siap Rilis Hongmeng: Akan Ajukan Merek Dagang

Bambang tak ingin pelakau usaha yang gagal membangun start up lantas putus asa dan jadi tak produktif.

Menjadi pengusaha sukses tak ada yang instan.

Halaman
123
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved