YLKI: Racun Rokok Kok Dikasih Diskon, Kebijakan Ngawur

Pemerintah didesak untuk merevisi aturan yang memperbolehkan diskon harga rokok.

YLKI: Racun Rokok Kok Dikasih Diskon, Kebijakan Ngawur
istimewa
Tulus Abadi, Ketua Harian YLKI.

Semangat pemerintah untuk menurunkan tingkat konsumsi rokok di Indonesia terganjal peraturan diskon tersebut.

Dalam aturan tersebut, harga transaksi pasar (HTP) yang merupakan harga jual akhir rokok ke konsumen boleh 85 persen dari harga jual eceran (HJE) atau banderol yang tercantum dalam pita cukai.

WARTA KOTA, PALMERAH--- Pemerintah didesak untuk merevisi aturan yang memperbolehkan diskon harga rokok.

Hal itu disampaikan oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) aturan yang memperbolehkan diskon harga rokok.

Menurut YLKI, ketentuan tersebut dinilai bertentangan dengan upaya pemerintah menurunkan tingkat konsumsi (prevalensi) merokok di Indonesia yang terus meningkat.

Direktur Keuangan Perusahaan Khawatir Akan Terjadi Resesi Tahun 2020

"Memang itu kebijakan ngawur. Racun, kok, diberikan diskon," kata Ketua Harian YLKI, Tulus Abadi, Kamis (13/6/2019).

Tulus mengatakan, semangat pemerintah untuk menurunkan tingkat konsumsi rokok di Indonesia terganjal peraturan diskon tersebut.

“Intinya tidak ada diskon-diskonan. Pemerintah mau meracuni rakyatnya?" kata dia.

Selain Dilarang di Amerika, Huawei Juga Dilarang di Taiwan

Ketentuan diskon rokok tercantum dalam Peraturan Direktur Jenderal Bea Cukai Nomor 37/2017 tentang Tata Cara Penetapan Tarif Cukai Hasil Tembakau.

Peraturan tersebut merupakan turunan dari Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 146/2017 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau.

Halaman
123
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved