Pembelian 11 Pesawat Tempur Sukhoi Tak Kunjung Beres, Menteri Pertahanan Beberkan Penyebabnya

MENTERI Pertahanan Ryamizard Ryacudu menjelaskan proses pembelian 11 pesawat tempur Sukhoi yang tak kunjung rampung.

Pembelian 11 Pesawat Tempur Sukhoi Tak Kunjung Beres, Menteri Pertahanan Beberkan Penyebabnya
Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo memberikan ucapan selamat ulang tahun ke-71 kepada TNI AU, di dalam kokpit pesawat Sukhoi 27/30 Flanker, di Terminal Selatan Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, Minggu (9/4/2017). 

MENTERI Pertahanan Ryamizard Ryacudu menjelaskan proses pembelian 11 pesawat tempur Sukhoi yang tak kunjung rampung.

Ryamizard Ryacudu menyebut, pembelian pesawat tempur Sukhoi masih tertahan di Kementerian Perdagangan (Kemendag), karena mekanisme imbal dagang antara Indonesia dan Rusia belum selesai.

Diketahui, Indonesia membayar pembelian pesawat tempur Sukhoi dengan uang dan imbal dagang.

Tak Ingin Ada Lagi Perbedaan Awal Ramadan dan Syawal, Pemerintah Dorong Penyatuan Kalender Hijriah

"Kalau antara saya dengan pabrik udah selesai. Kan sudah tanda tangan. Kontrak. Yang belum selesai adalah Kementerian Perdagangan," ujar Ryamizard Ryacudu di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (12/6/2019).

"Karena ini kan pakai uang dengan pakai imbal dagang. 50 persen pakai uang, 50 persen pakai imbal dagang," sambungnya.

"Artinya kita menjual karet, kelapa sawit, itu. Ini yang belum selesai. Kalau saya sih enggak ada masalah. Udah selesai," jelasnya.

Lieus Sungkharisma Ungkap Susahnya Berkomunikasi dengan Eggi Sudjana Meski Bersebelahan Sel

"Tanda tangan kok. Udah salaman. Tinggal nunggu yang kedua aja tuh imbal dagang. Tinggal nunggu pesawatnya aja," sambungnya.

Lebih lanjut, Ryamizard Ryacudu belum mendapatkan informasi lebih lanjut bagaimana perkembangan proses di Kementerian Perdagangan.

"Enggak tahu saya, enggak nanya. Kalau pertanyaannya dengan pabrik dan saya mah baik-baik aja. Udah selesai kok, tanda tangan," terangnya.

Lieus Sungkharisma: Bagi yang Susah Diet, Masuk ke Rumah Tahanan Minta Pasal Makar, Dijamin Kurus

Sementara, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengatakan, proses negosiasi imbal dagang alias barter dengan Rusia masih berjalan.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved