Prostitusi Online

Hendak Tangkap Broker Nakal, Polisi Malah Temukan Pelaku Prostitusi Online di Kalibata City

Personil dari Polsek Pancoran Jakarta Selatan mengamankan sejumlah gadis pelaku prostitusi online yang kerap beroperasi di Apartemen Kalibata City.

Hendak Tangkap Broker Nakal, Polisi Malah Temukan Pelaku Prostitusi Online di Kalibata City
Warta Kota/Gopis Simatupang
Apartemen Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan. 

Personil dari Polsek Pancoran Jakarta Selatan mengamankan sejumlah gadis pelaku prostitusi online yang kerap beroperasi di Apartemen Kalibata City.

Pengungkapan pada Rabu malam ini bermula saat polisi hendak menangkap seorang broker lantaran diduga tak menyetorkan uang sewa ke pemilik unit apartemen.

Saat disergap di salah satu kamar di Tower Gaharu, broker bernama Ardi (22) sedang berkumpul bersama delapan gadis seksi serta lima remaja pria.

Sebagian gadis itu masih di bawah umur.

Kanit Reskrim Polsek Pancoran Iptu Wahidin menerangkan, pengungkapan ini diawali laporan seorang pemilik unit apartemen terkait kelakuan Ardi yang diduga tak menyetorkan uang sewa apartemen miliknya.

"Korban merasa dirugikan oleh broker senilai total Rp 6 juta karena broker itu tidak menyetor uang sewa bulanan apartemen. Lalu kami tangkap berada di tower Gaharu bersama sejumlah perempuan lalu kami amankan semuanya," kata Iptu Wahidin, Kamis (13/6).

Polisi pun mengintrograsi remaja pria dan gadis yang sedang berkumpul itu. Dan dugaan polisi benar, para gadis itu adalah penyewa unit apartemen dan menjalankan praktik prostitusi online melalui aplikasi pencarian pertemanan.

Ardi dan 13 orang lainnya kemudian digiring ke Mapolsek Pancoran. Ardi dikenakan Pasal 378 dan 372 KUHP.

Sedangkan para pelaku prostitusi online, dilakukan pendataan.

Iptu Wahidin menerangkan, dari hasil pemeriksaan sementara, delapan perempuan ini PSK dengan modus aplikasi Wechat.

"Mereka hanya menyalurkan pribadi tanpa ada maminya atau mucikari," tutur Iptu Wahidin.

"Rata-rata usianya 16 tahun. Mereka berasal dari Bogor, Jawa Barat dan Pamulang, Tangerang Selatan. Kami masih melakukan penyelidikan dan kami teliti apakah bisa diproses," tandasnya.

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved