Tiket Pesawat

Tiket Pesawat Mahal, HIPMI Siap Bantu Pemerintah Benahi Transportasi Udara

HIPMI siap membantu pemerintah membenahi transportasi udara agar tiket pesawat lebih terjangkau masyarakat.

Tiket Pesawat Mahal, HIPMI Siap Bantu Pemerintah Benahi Transportasi Udara
Thinkstock
ILUSTRASI Tiket pesawat 

HIPMI siap membantu pemerintah membenahi transportasi udara agar tiket pesawat lebih terjangkau masyarakat.

Permasalahan transportasi udara di Indonesia sampai saat ini belum juga menemukan titik terang.

Jika pasar Transportasi Udara Indonesia menguntungkan mungkin akan banyak pemain baru yang buka di Indonesia.

HIPMI Desak Pemerintah Evaluasi Paket Kebijakan Ekonomi 16 Terkait DNI yang Tidak Berpihak pada UMKM

Namun saat ini kenyataannya pemain lama banyak yang berguguran dan yang masih tersisa untuk rute domestik hanya tinggal Garuda Group, Lion Group, dan Indonesia Air Asia.

Ketua Badan Pengurus Pusat himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Bagas Adhadirgha menyebut Indonesia adalah satu-satunya Negara yang menerapkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap Avtur yang tentunya akan mempengaruhi biaya operasional Airlines.

Akibatnya kata dia harga tiket pesawat menjadi mahal.

”Biaya Operasional akan berpengaruh pada harga tiket transportasi udara, banyak hal yang mempengaruhi biaya antara lainnya komponen-komponen pesawat yang kena PPN, Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) dan Pajak Penghasilan (PPh). HIPMI bersama pemerintah siap membenahi transportasi udara ini,” kata Bagas Adhadirgha dalam siaran persnya kepada Warta Kota Jakarta (11/6/2019).

Jumlah Penumpang Pesawat Menurun, Dampak Harga Tiket Pesawat Mahal?

Menurut CEO Asia Aero Technology itu, harga tiket juga di pengaruhi dengan mempertimbangkan unsur eksternal. "Seperti perpajakan dan biaya fasilitas bandara, kita dapat bandingkan Cost Per Seat Per Kilometer masing-masing airlines untuk rute sama," kata dia.

Muncul Lagi, Harga Tiket Pesawat Jakarta Kupang Tembus Rp 9,3 Juta Padahal Biasanya Rp 2 Juta

"Solusinya, untuk komponen penunjang transportasi udara seperti spareparts dan avtur di bebaskan biaya pajak, dan ambil pajaknya nanti di komponen tiket. Jadi tidak terjadi double terkena pajak. Dengan begitu biaya operasional akan terpangkas," tuturnya.

Jika pasar transportasi udara bisa berkembang kata Bagas dipastikan akan meningkatkan pendapatan negara.

"Tiket pesawat yang mahal pasti akan mempengaruhi pariwisata domestik tapi tidak menjadi faktor utama pariwisata jeblok," kata Bagas.

Tiket Pesawat Capai Rp 24 Juta, Kemenhub: Maskapai Harus Tegur Agen Tiket Online

Karena menurutnya tiket pesawat udara hanya menyumbang 10 persen dari total pemasukan pariwisata, alias penumpang menggunakan pesawat udara cuma 10 persen.

“Indonesia saat ini sedang berbenah, termasuk dalam transportasi udara. Pak Jokowi juga sangat menerima banyak masukan untuk membenahi dunia transportasi udara. Saya sebagai pengusaha dan yakin Pak Jokowi mempunya niat baik, untuk sama-sama membenahi permasalahan transportasi udara ini agar Indonesia bisa lebih maju,” kata Bagas.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved