Kamis, 9 April 2026

Kebakaran

Belasan Kasus Kebakaran Terjadi Selama Ramadan di Bekasi

Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi mencatat ada 16 kasus kebakaran yang terjadi selama bulan Ramadan atau pada Mei 2019 lalu.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri |

BEKASI, WARTAKOTALIVE.COM -- Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi mencatat ada 16 kasus kebakaran yang terjadi selama bulan Ramadan atau pada Mei 2019 lalu.

Angka ini lebih rendah dibandingkan tahun lalu dengan periode yang sama dengan menembus 40 kasus kebakaran.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi Aceng Solahudin mengatakan kebakaran itu terjadi di enam dari 12 kecamatan yang ada di Kota Bekasi.

Enam kecamatan itu adalah Bekasi Utara, Bekasi Selatan, Bekasi Timur, Mustikajaya, Rawalumbu dan Bantargebang.

"Kebakaran itu dipicu oleh beberapa faktor dari korsleting arus listrik, kompor yang lupa dimatikan dan adanya pembakaran sampah yang ditinggalkan," kata Aceng pada Rabu (12/6/2019).

Dia menjelaskan, bangunan yang paling dominan dilanda kebakaran adalah rumah tinggal, pabrik dan toko.

Setiap terjadi kebakaran, beruntung lidah api tidak merambat ke bangunan lain karena petugas pemadam kebakaran berhasil menjinakkan api dengan cepat.

Kata dia, turunnya angka kebakaran pada bulan Ramadan kali ini karena beberapa faktor.

Salah satu yang utama adalah giatnya sosialisasi yang dilakukan petugas Dinas Pemadam Kebakaran, kelurahan maupun kecamatan.

Setiap warga yang ingin mudik ataupun tetap di rumah saat lebaran, petugas meminta agar memperhatikan arus listrik di rumahnya.

Mereka juga diminta jangan meninggalkan kompor dalam keadaan api menyala.

"Untuk yang mudik, kabel-kabel barang elektronik yang masih menempel di stop kontak sudah kita minta dicabut untuk menghindari korsleting arus listrik," ujarnya.

Dari 16 insiden kebakaran itu, kata dia, yang paling parah kebakaran toko buku di Jalan Pramuka, Sepanjang Jaya, Rawalumbu pada Jumat (24/5/2019) lalu.

Saat itu, petugas sampai mengerahkan 14 armada pemadam kebakaran untuk menjinakkan api.

Api membakar toko buku dari dini hari itu, akhirnya berhasil dipadamkan pada pagi harinya sekitar pukul 07.00.

"Dari seluruh insiden kebakaran ini, tidak ada korban luka dan jiwa. Diprediksi kerugian yang dialami sekitar Rp 2 miliar lebih," jelasnya. (faf)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved