Mudik Lebaran

Anies Sebut Puluhan Ribu Perantau Geruduk Jakarta Usai Lebaran adalah Sesuatu yang Normal

Anies Baswedan tak mau mempersoalkan perantau yang datang ke Ibu Kota usai lebaran. Sebab, perpindahan penduduk tak hanya ada usai lebaran saja.

Anies Sebut Puluhan Ribu Perantau Geruduk Jakarta Usai Lebaran adalah Sesuatu yang Normal
Wartakotalive.com/Anggie Lianda Putri
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai menerima warga yang mengikuti program mudik gratis Pemprov DKI di Balairung, Balai Kota DKI, Rabu (12/6/2019). 

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak mau mempersoalkan perantau yang datang ke Ibu Kota usai lebaran.

ANIES memprediksi, sekitar 71.000 warga yang bakal datang dan berdomisili di Jakarta.

Ia mengatakan, hal tersebut adalah sesuatu yang normal saja, sebab perpindahan penduduk tak hanya ada usai lebaran saja.

"Sebenarnya setiap hari terjadi lalu lintas pergerakan orang ya, dari Jakarta ke luar dan dari luar ke Jakarta. Ini sesuatu yang normal," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Meskipun 71 ribu orang bukan jumlah yang sedikit, namun Anies mengatakan pihaknya di Dinas Kependudukan dan catatan sipil (Disdukcapil) DKI siap melayani para peratau ini untuk membuat data diri.

 Prabowo: Kalau Anda Mendukung Prabowo-Sandiaga, Mohon Tidak Perlu Hadir di Sekitar MK

 Video Panas 11 Menit Polwan yang Disebar Sang Pacar Napi, Begini Sekarang Nasib Mereka

 Kivlan Zen Janjikan IR Berlibur ke Mana pun Jika Bisa Bunuh Bos Charta Politika Yunarto Wijaya

"Jadi pelayanan jasa kependudukan kita itu sifatnya melayani, ketika mereka datang ke Jakarta, siapapun bekerja disini dan membutuhkan pencatatan kependudukan, ya kita layani," ungkap Anies.

Berkali-kali ia menegaskan tidak akan menggelar operasi Yusitisi untuk menghadang urbanisasi ini.

Menurutnya operasi Yustisi yang digelar di terminal, pelabuhan ataupun stasiun sudah tidak pantas diterapkan pada era modern ini.

"Kita tidak melakukan operasi-operasi di terminal, stasiun, apalagi orang diperiksa dan digeledah punya KTP atau tidak, seakan akan yang KTP nya luar Jakarta itu warga negara kelas dua. Ini sudah bukan masanya lagi," ungkap Anies.

Pasalnya, operasi Yustisi yang sering dilakukan hanya menyasar masyarakat kelas bawah yang datang ke Jakarta dengan modal terbatas.

 Fadli Zon Marah saat Ahmad Dhani Divonis 1 Tahun Kasus Vlog Idiot, Postingan Maia Estianty Viral

 Jusuf Kalla Sebut Prabowo Orang yang Realistis, Yakin Bakal Terima Apapun Putusan MK

 KRONOLOGI Rencana Pembunuhan 4 Pejabat hingga Video Pengakuan Eksekutor

Anies mengatakan, hampir pasti yang terkena operasi macam begitu ya rakyat yang kecil, kita kebijakannya adalah kesetaraan.

Bukan berarti Pemprov DKI undang orang datang ke Jakarta, tidak.

"Kita hanya menerapkan kesetaraan sebagaimana kota - kota yang lain. Tentang jumlahnya kita belum tahu persis berapa," kata Anies. (M16)

Penulis: Anggie Lianda Putri
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved