Pendidikan

Jalur Zonasi PPDB di Bekasi hingga 93 Persen dan Sistem Pendaftaran Siswa Baru Lebih Praktis

Jalur zonasi dibagi dua yaitu zonasi radius 83 persen dan zonasi afirmasi atau siswa miskin sebanyak 10 persen.

Jalur Zonasi PPDB di Bekasi hingga 93 Persen dan Sistem Pendaftaran Siswa Baru Lebih Praktis
Istimewa
ILUSTRASI Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 

Dinas Pendidikan Kota Bekasi mengubah skema Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online di untuk tingkat SMPN pada tahun ajaran 2019/2020.

Tahun lalu, jalur zonasi yang disediakan mencapai 90 persen, namun kini naik menjadi 93 persen.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Inayatullah mengatakan, jalur PPDB tingkat SMPN tahun ini terbagi dalam tiga kategori.

Tiga kategori yakni zonasi 93 persen, prestasi 6 persen dan perpindahan orangtua 1 persen.

Rinciannya untuk jalur zonasi dengan kuota 93 persen dibagi dua yaitu zonasi radius 83 persen dan zonasi afirmasi atau siswa miskin sebanyak 10 persen.

Sedangkan untuk jalur prestasi 6 persen ditentukan oleh nilai USBN 3 persen, akademik dan Non Akademik 1 persen, serta Hafidz Alquran dua persen.

Ini Jadwal PPDB Tingkat SMP Negeri di Kota Bekasi, Jangan Lupa Lakukan Verifikasi Data Lebih Dulu

"Terakhir, jalur perpindahan orang tua satu persen khusus instansi pemerintah seperti BUMN, BUMD, Polri, TNI, Pemda dan Pemerintah Pusat," kata Inayatullah, Selasa (11/6/2019).

Menurut Inayatullah, tahun 2019 akan ada 14.544 murid yang  duduk di  49 SMPN dan 7 SMPN Unit Sekolah Baru (USB).

Dari jumlah sekolah tersebut itu terdiri ata 404 rombongan belajar (rombel) di Kota Bekasi. Satu rombel SMPN akan diisi 36 siswa.

"Sesuai dengan Peraturan Wali Kota Bekasi Nomor 54 tahun 2019, tentang Tata Cara PPDB pada taman kanak-kanak, sekolah dasar dan sekolah menengah pertama," ujarnya.

Inayatullah menjelaskan, PPDB tahun ini lebih praktis dibanding tahun lalu.

Tersangka Dugaan Makar Komjen (Purn) Sofjan Jacoeb Bakal Diperiksa Polisi Senin Depan

Bagi murid yang tidak diterima di sekolah pertama yang dituju, sistem akan merujuk ke sekolah lain.

Dengan demikian, orang tua tidak akan direpotkan untuk mencari sekolah lain sendiri bila anaknya tidak lulus dalam verifikasi data.

"Kalau ada yang tidak lulus, nanti sistem yang akan mencarikan atau merujuk ke sekolah lain sehingga orang tua tetap mendapat pilihan alternatif lainnya," kata Inayatullah.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved