Pemilu 2019

Caleg Golkar Terima Form C1 Palsu Langsung Serahkan ke Polisi

Form C1 palsu kata Robert diterima dari seorang Ketua Golkar tingkat kelurahan yang diketahui bernama C atau J

Caleg Golkar Terima Form C1 Palsu Langsung Serahkan ke Polisi
net
Ilustrasi Caleg gagal 

Calon anggota legislatif dari Partai Golongan Karya (Golkar), Robert Usman menerima form C1 palsu saat penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Form C1 itu, kata Robert diterima dari seorang Ketua Golkar tingkat kelurahan yang diketahui bernama C atau J di Ciputat, Tangerang Selatan.

"Saya kan pantau penghitungan suara di tingkat kecamatan di GOR Ciputat, ternyata yang diberikan saudara J ini berbeda dengan laporan teman-teman saya di lapangan," kata Robert saat dikonfirmasi, Selasa (11/6/2019).

Banyak Caleg Gagal Jadi Stres Hingga Alami Sakit Jiwa, Begini Tanggapan Angel Karamoy

Tak Didukung Keluarga, Oknum Caleg ini Paksa Bongkar 4 Makam Keluarga untuk Dipindahkan

Robert mengatakan, terdapat beberapa form C1 plasu yang dia dapat dari Kelurahan Jombang.

Benar saja, ketika kotak suara dibuka, data dari kotak suara dan form C1 yang dipegang Robert berbeda cukup signifikan.

Selain itu, tanda tangan antara C1 asli dan yang dipegang Robert diduga merupakan tanda tangan palsu.

"Kita lihat yang dari KPPS bahwa tanda tangannya berbeda jauh dan tanda tangannya bukan tanda tangan dia," jelas Robert.

Mengaku Pernah Disakiti, Elly Sugigi: Jelek-jelek Begini Saya Memaafkan Bekas Pacar Lho

Senjata dari Kivlan Zen Sempat Digadaikan Eksekutor Calon Pembunuh 4 Jenderal

Robert juga sudah mengadukan hal ini ke Ketua DPC Golkar Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany.

"Tanggapan Ibu Airin kalau itu merugikan Pak Robert silakan diperjuangkan melalui jalur apa saja, karena dia ketua partai dia harus netral. Makanya saya melangkah terus," jelasnya.

Atas dasar itu, Robert sempat mengadukan temuannya ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tangerang Selatan. Namun, bawaslu memberikan rekomendasi ke Robert untuk menariknya ke ranah pidana.

Mantan anggota DPRD Tangerang Selatan 2009-2014 ini akhirnya melapor ke Polda Metro Jaya dengan tembusan Mabes Polri pada akhir Mei lalu.

"Bawaslu rekomendasikan ke kita bahwa ini adalah pidana umum makanya saya lapor ke polisi,"

Komisioner Bawaslu Tangerang Selatan, Slamet Santosa membenarkan, jika benar Robert menerima form C1 maka melaporkannya kepada kepolisian.

"Kalau itu palsu kan ranah kepolisian," katanya.

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved