Pendatang Baru

Sebanyak 13.000 Pendatang Baru Diprediksi Bakal jadi Penghuni Tangerang Selatan Pasca-Lebaran

Untuk program Operasi Yustisi Kependudukan (OYK) pun tidak diberlakukan di Kota Tangerang Selatan.

Sebanyak 13.000 Pendatang Baru Diprediksi Bakal jadi Penghuni Tangerang Selatan Pasca-Lebaran
WARTA KOTA/Dwi Rizki
Ilustrasi operasi yustisi kependudukan di Kantor Kelurahan Kebayoran Lama Utara, Jakarta Selatan. 

Pendatang baru di Kota Tangerang Selatan setelah Lebaran 2019 diprediksi bakal mencapai 13.000 orang.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang Selatan, Dedi Budiawan mengatakan, jumlah pendatang baru diperkirakan naik ketimbang pendatang baru tahun lalu.

"Diperkirakan meningkat 0,1 persen alias (menjadi) 13.000, tahun lalu hasil pendataan ada 10.000-an," kata Dedi, Senin (10/6/2019).

Dedi menambahkan, para pendatang paling banyak menetap di Kecamatan Pondok Aren dan Kecamatan Pamulang.

"Banyak yang menjadi PRT (pekerja rumah tangga--Red), kerja musiman atau kontrak,"  ucapnya.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan memang membuka pintu bagi para pendatang yang ingin mengadu nasib di kotanya.

Untuk program Operasi Yustisi Kependudukan (OYK) pun tidak diberlakukan di Kota Tangerang Selatan.

Mantan Anggota Tim Mawar Bantah Terlibat dalam Aksi di Sekitar Gedung Bawaslu Saat Aksi 22 Mei

Meski begitu, pemerintah daerah setempat menggantinya memakai program lain.

"Dari hasil koordinasi dengan PN Tangerang sejak tahun 2018 tidak dilaksanakan lagi OYK, sebagai pengganti dilakukan pendataan penduduk non-permanen," kata Dedi.

Terancam diusir

Halaman
123
Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved