Lebaran

Menjaga Kearifan Budaya, Banyuwangi Gelar Barong Ider Bumi, Ritual Tolak Bala saat Idul Fitri

Setiap tanggal 2 Syawal warga Desa Kemiren, Kecamatam Glagah, Kabupaten Banyuwangi menggelar ritual tolak bala bernama Barong Ider Bumi.

Menjaga Kearifan Budaya, Banyuwangi Gelar Barong Ider Bumi, Ritual Tolak Bala saat Idul Fitri
Kompas.com/Ira Rachmawati
Gelaran budaya Banyuwangi, Barong Ider Bumi, ritual menolak bala saat Idul Fitri. 

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Kenduri atau biasa dikenal dengan sebutan Selamatan dapat diartikan sebagai perjamuan makan untuk memperingati peristiwa, meminta berkah, dan sebagainya.

Acara Barong Ider Bumi juga diisi oleh berbagai ritual dan kegiatan, salah satunya ritual 'sembur othik-othik', yakni ritual perebutan uang koin yang dicampur beras kuning beserta bunga.

Biasanya tradisi ini mendapat sambutan meriah dari anak-anak.

Gelaran budaya Banyuwangi, Barong Ider Bumi, ritual menolak bala saat Idul Fitri di Desa Kemiren, Banyuwangi, Senin (26/6/2017).
Gelaran budaya Banyuwangi, Barong Ider Bumi, ritual menolak bala saat Idul Fitri di Desa Kemiren, Banyuwangi, Senin (26/6/2017). (Kompas.com/Ira Rachmawati)

Jaga keseimbangan alam

Ritual tolak bala ini pun mendapat perhatian Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Dia mengatakan, Banyuwangi konsisten menjaga tradisi warganya sebagai bentuk mempertahankan kearifan lokal.

Anas juga meyakini, kearifan lokal yang dibangun para leluhur itu dimaksudkan untuk menjaga keseimbangan alam dan kehidupan warganya.

"Ini adalah cara ‘nguri-nguri’ budaya yang ditradisikan oleh Banyuwangi. Banyuwangi boleh saja maju, Banyuwangi juga boleh berkembang, tapi budaya Banyuwangi tidak boleh tertinggal dari pergaulan global," tuturnya.

"Oleh karena itu, sesibuk apa pun, kami akan terus menjaga kelestarian budaya, salah satunya lewat balutan festival semacam ini," tandas Anas. (Rifqi Aufal Sutisna)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Barong Ider Bumi, Ritual Tolak Bala saat Idul Fitri di Banyuwangi"

Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved