Lebaran

Menjaga Kearifan Budaya, Banyuwangi Gelar Barong Ider Bumi, Ritual Tolak Bala saat Idul Fitri

Setiap tanggal 2 Syawal warga Desa Kemiren, Kecamatam Glagah, Kabupaten Banyuwangi menggelar ritual tolak bala bernama Barong Ider Bumi.

Menjaga Kearifan Budaya, Banyuwangi Gelar Barong Ider Bumi, Ritual Tolak Bala saat Idul Fitri
Kompas.com/Ira Rachmawati
Gelaran budaya Banyuwangi, Barong Ider Bumi, ritual menolak bala saat Idul Fitri. 

"Banyuwangi boleh saja maju, Banyuwangi juga boleh berkembang. Namun, budaya Banyuwangi tidak boleh tertinggal dari pergaulan global..."

BERAGAM budaya seperti ritual dan tari-tarian khas merupakan satu kekayaan yang dimiliki Kabupaten Banyuwangi, daerah yang terletak di paling ujung timur Pulau Jawa.

Tak heran jika Banyuwangi terkenal akan kekayaan budayanya sehingga kerap menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan yang berlibur dan mudik di sana atau sekadar singgah untuk istirahat.

Begitupun saat Hari Raya Idul Fitri. Setiap tanggal 2 Syawal atau lebaran hari kedua, warga Desa Kemiren, Kecamatam Glagah, Kabupaten Banyuwangi menggelar ritual tolak bala bernama Barong Ider Bumi.

Ritual Barong Ider Bumi sudah dilakukan turun-turun sejak ratusan tahun lalu.

Festival Bacang dan Lamang Baluo Pecahkan Rekor MURI, Potret Kerukunan Etnis Tionghoa dan Minang

Festival 10.000 Bacang dan Lamang Baluo, Wujud Kisah Kerukunan Etnis Tionghoa dan Minang di Padang

Pemilihan 2 Syawal pun bukan tanpa alasan. Dua merupakan simbol dari ciptaan Tuhan yang berpasang-pasangan, seperti laki-laki dan perempuan, ada siang ada malam, dan ada langit yang jumlahnya dua.

"Pelaksanaannya juga tepat jam dua siang. Ini adalah simbol. Termasuk bunga yang digunakan jumlahnya ada sembilan dan uang koinnya total Rp 99.900," kata Serad, salah satu tetua masyarakat Desa Kemiren.

"Sembilan ini adalah simbol dari Asmaul Husna, nama-nama baik dari Allah yang berjumlah 99," imbuhnya.

Begini Cara Mematikan Iklan di Smartphone Xiaomi, Simak ya

Ogah Kalah dengan Oppo, Xiaomi pun Ikutan Pamer Teknologi Kamera di Bawah Layar, Ini Videonya

Mitologi Bali-Jawa

Ketika perayaan, masyarakat lokal mengarak figur mitologi Bali dan Jawa yang biasa dikenal dengan nama Barong, bertujuan untuk mengusir bencana atau menolak bala sehingga masyarakat bisa hidup aman.

Kemudian diakhiri dengan kenduri massal di sepanjang jalan desa.

Halaman
12
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved