Hasil Sidak Hingga ke Kecamatan-Kelurahan, 47 ASN Depok Absen Pascalibur Panjang

Berdasarkan hasil sidak dan pendataan secara keseluruhan, dari 6.757 pegawai, BKPSDM mendapati 47 ASN di antaranya absen dengan kasus yang berbeda.

Hasil Sidak Hingga ke Kecamatan-Kelurahan, 47 ASN Depok Absen Pascalibur Panjang
Wartakotalive.com/Gopis Simatupang
Apel dan halal bihalal bersama ASN di Lapangan Balai Kota Depok, Jalan Raya Margonda, Senin (10/6/2019). 

Berdasarkan data terbaru Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok, total keseluruhan aparatur sipil negara (ASN) yang berdinas di Depok berjumlah 6.757 orang.

Untuk mengecek kehadiran para ASN pascalibur panjang Hari Raya Idul Fitri 1440 H, BKPSDM melakukan inspeksi mendadak (sidak) sampai ke kantor kecamatan dan kelurahan, Senin (10/6/2019).

Berdasarkan hasil sidak dan pendataan secara keseluruhan, dari 6.757 pegawai, BKPSDM mendapati 47 ASN di antaranya absen dengan kasus yang berbeda-beda.

Secara persentase, jumlah ASN yang masuk hari pertama pascalibur panjang adalah 99,3 persen, sekaligus mengoreksi pernyataan Wali Kota Depok, Mohammad Idris Abdul Shomad, yang sebelumnya menyebut tingkat presensi ASN mencapai 99,99 persen.

"ASN yang tidak hadir ada 47 orang, termasuk 23 orang sakit dan 11 tanpa keterangan. Sisanya izin," ujar Supian Suri, Kepala BKPSDM Kota Depok, di Balai Kota Depok, Jalan Raya Margonda, Senin (10/6/2019).

Idris sebelumnya memang telah memerintahkan BKPSDM untuk melakukan sidak hingga ke 11 kantor kecamatan dan 63 kantor kelurahan se-Kota Depok.

Wali Kota Depok: Tingkat Kehadiran ASN Hari Pertama 99,99 Persen

Berbagai Alasan ASN Absen di Hari Pertama, Ada yang Ngaku Salah Booking Tanggal Tiket Pulang

Masuk Lagi Tanggal 10 Juni, ASN Depok Akan Dicek Kehadirannya Saat Apel Pagi

Hasil pendataan itu selanjutnya wajib dilaporkan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB).

"Kita harus ada sidak, kita juga harus nginput ke MenPAN-RB terkait jumlah yang hadir hari ini, semuanya," bilang Supian.

Bagi 11 ASN yang absen tanpa keterangan, kata Supian, akan mendapat rugi berlipat-lipat.

Kerugian itu antara lain pemotongan Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) ASN.

Pegawai yang mangkir dari tugas juga terancam sulit naik pangkat atau jabatan karena telah masuk buku catatan hitam Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Kota Depok.

"Yang alpa akan dipotong tunjangan TPP-nya satu hari, kemudian nanti itu jadi bahan pertimbangan Baperjakat kalau memang tanpa keterangan, kemalasan, atau memang bolos ya, itu akan jadi catatan buat kita. Itu kan melekat di kita," jelasnya. (gps)

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Murtopo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved