Pilpres 2019

Pakar Hukum Tata Negara Sebut 2 Poin dari 7 yang Diajukan Tim BPN Dianggap Janggal, Ini Penyebabnya

Dalam ungkapannya, Feri juga memberikan peringatan kepada kubu 01, agar bersiaga dalam gugatan yang akan dilayangkan kubu 02.

Pakar Hukum Tata Negara Sebut 2 Poin dari 7 yang Diajukan Tim BPN Dianggap Janggal, Ini Penyebabnya
Tribunstyle.com/Source: Facebook Capres Cawapres 2019
Prabowo Vs Jokowi di sengketa Pilpres 2019 

Pakar Hukum Tata Negara Universitas Andalas Feri Amsari memberikan tanggapan mengenai bagaimana kemungkinan sengketa Pilpres 2019 akan berakhir di meja Mahkamah Konstitusi (MK).

Hal itu dikatakannya saat menjadi narasumber dalam program Kompas TV, Mencari Pemimpin, Jumat (7/6/2019).

Feri mulanya menyebut hal itu menjadi keharusan lantaran kedua kubu, yakni kubu 01 Joko Widodo-Maruf Amin dan kubu 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, telah bersepakat dengan jalan tersebut.

"Saya pikir harus ya, karena putusan MK itu sudah final ya, final and binding, mengikat, mengikat siapa saja yang ikut dalam keputusan itu," ujar Feri.

"Nah begitu MK sudah memutus, tidak ada lagi cerita, untuk mengomentari hal hal yang tidak berkaitan dengan putusan MK."

Sengketa Pemilu 2019, Rocky Gerung: Mahkamah Konstitusi Harus Berpegang Pada Hati Nurani Rakyat

6 Parpol Gugat Hasil Pemilu di Kabupaten Bekasi ke Mahkamah Konstitusi

MAHFUD MD Ingatkan TEROR dan Intervensi Hakim MK dalam Adili Gugatan Capres Prabowo Subianto

"Langkah kubu BPN maju ke Mahkamah Konstitusi, kan sudah disambut oleh kedua belah pihak yang benar, konsekuensinya tidak ada langkah lagi selain itu, tidak ada lagi turun ke jalan, dan ini penting bagi kedua kubu untuk mengatakan pada pendukung masing-masing bahwa hentikan segala proses di luar Mahakamah Konstitusi, mari buktikan di sana."

"Karena kan begini, kedua belah pihak boleh saja menuduh, misalnya kubu 02 menuduh kecurangan. 01 mengatakan tidak cukup bukti, tetapi semua itu harus dibuktikan di Mahkamah Konstitusi, bagaimana tuduhan-tuduhan itu," ujar Feri.

Dalam ungkapannya, Feri juga memberikan peringatan kepada kubu 01, agar bersiaga dalam gugatan yang akan dilayangkan kubu 02.

"Kita kan melihat bahwa permohonan BPN, walaupun kalau dibaca 37 halaman banyak kelemahan, 01 kan harus tetap mempersiapkan, jangan-jangan BPN sedang mempersiapkan keterangan saksi yang luar biasa untuk kemudian membongkar permasalahan," ungkap Feri.

Pakar Hukum Tata Negara Universitas Andalas, Feri Amsari
Pakar Hukum Tata Negara Universitas Andalas, Feri Amsari (Kompas.com)

Namun ia juga mengkritik BPN yang masih menyembunyikan bukti yang akan diajukan ke MK.

Halaman
1234
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved