Kerusuhan

Ini Aneka Senjata Tajam yang Disita Polisi dari 81 Terduga Pelaku Tawuran Antar Desa di Buton

Ada pun para terduga pelaku yang berjumlah 81 laki-laki itu, tidak melakukan perlawanan ketika ditangkap.

Ini Aneka Senjata Tajam yang Disita Polisi dari 81 Terduga Pelaku Tawuran Antar Desa di Buton
ISTIMEWA
Polisi menangkap 81 terduga pelaku bentrok antar-desa dan pembakaran rumah di Buton, Sulawesi Tenggara. 

POLISI menyita sejumlah barang bukti berupa senjata tajam hingga busur, saat meringkus 81 terduga pelaku bentrok antar-desa dan pembakaran rumah di Buton, Sulawesi Tenggara.

"Pukul 07.46 WITA, berhasil mengamankan sekelompok masyarakat, khususnya laki-laki, beserta barang bukti berupa parang, tombak, pisau, badik, dan busur," ujar Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo dalam keterangan tertulis, Sabtu (8/6/2019).

Ia mengatakan, senjata tajam tersebut diamankan di sekitar rumah warga, saat kepolisian menyisir Desa Sampuabalo guna mengamankan para terduga pelaku.

Mengadu ke Komnas HAM, Penghuni Asrama Brimob Petamburan Korban Kerusuhan 22 Mei Diminta Lakukan Ini

Ada pun para terduga pelaku yang berjumlah 81 laki-laki itu, tidak melakukan perlawanan ketika ditangkap.

Mereka kini dibawa ke Mapolda Sulawesi Tenggara guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"(Senjata tajam yang ditemukan) disimpan di sekitar rumah penduduk sekaligus dilakukan evakuasi. Selanjutnya tim melakukan penyisiran di Desa Sampuabalo," kata mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu.

Ani Yudhoyono Sudah Tiga Hari Dirawat di Ruang ICU, Semua Keluarga SBY Berkumpul di Singapura

"Pada pukul 09.26 WITA, proses penangkapan telah selesai dilaksanakan. Seluruh masyarakat yang diamankan tidak melakukan perlawanan, sehingga memudahkan proses penangkapan," imbuhnya.

Jenderal bintang satu itu menuturkan, status ke-81 orang tersebut masih sebagai terperiksa.

Status mereka akan naik menjadi tersangka setelah kepolisian mendalami masing-masing peran mereka.

Moeldoko Bilang Wacana Referendum Muncul karena Emosi Partai Aceh Kalah Pemilu

"Masih terperiksa. Apabila sudah diperiksa, baru nanti ditetapkan sebagai tersangka sesuai dengan perbuatan melawan hukum yang dilakukan masing-masing," terangnya.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved