Setelah Libur Lebaran Susi Pudjiastuti Bakal Tenggelamkan Lagi 30 Kapal Asing Pencuri Ikan

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) bakal menenggelamkan sedikitnya 30 kapal asing bermasalah, setelah libur Idul Fitri 1440 Hijriah.

TwitterVeronica Koman
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Mama Nur Heremba di Fakfak, Papua. 

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) bakal menenggelamkan sedikitnya 30 kapal asing bermasalah, setelah libur Idul Fitri 1440 Hijriah.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, sudah ada 30 kapal yang telah diputus bersalah oleh pengadilan dan berkekuatan hukum tetap.

"Masih ada (penenggelaman kapal) di beberapa tempat. Ada di Batam, Tarempa, Natuna, Bitung, dan Pontianak juga ada," ungkap Susi Pudjiastuti saat menggelar open house di rumah dinasnya, Jalan Widya Chandra V, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (6/6/2019).

Bomber Kartasura Sudah Dibaiat Pimpinan ISIS Lewat Medsos pada Akhir 2018

Menurut Susi Pudjiastuti, jumlah kapal yang ditenggelamkan kemungkinan bertambah dalam sebulan ke depan, apabila sudah ada putusan pengadilan.

Saat ini, katanya, ada sekitar 90 kasus kapal bermasalah yang masih menjalani sidang di pengadilan Indonesia.

"Ada 90 yang belum inkracht (berkekuatan hukum tetap) kemarin. Kalau bulan ini selesai 30 ya berarti 60 kapal lagi," kata Susi Pudjiastuti.

Bomber Kartasura Sempat Ajak Orang Tuanya Ikut ISIS, tapi Ditolak

Susi Pudjiastuti yang terkenal sebagai penenggelam kapal, memang telah menyatakan perang terhadap pelaut asing yang mencuri ikan dari laut Indonesia.

Sebelumnya, Susi Pudjiastuti menyatakan akan menenggelamkan 51 kapal 'maling ikan', yang terdiri dari 38 unit kapal asal Vietnam, 6 unit kapal dari Malaysia, 2 unit kapal asal Tiongkok, 1 unit kapal Filipina, dan 4 kapal tanpa identitas.

Pada awal Mei lalu, Susi Pudjiastuti juga menyatakan akan menenggelamkan sebanyak 26 kapal ikan asing berbendera Vietnam di Pontianak, ibu kota Kalimantan Barat.

Arus Mudik Lebaran 2019 Lancar, Fadli Zon: Itu Memang Tugas Pemerintah karena Rakyat Bayar Pajak

Kapal ikan asing (KIA) tersebut telah diselidiki oleh Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan Perikanan (PSDKP), dan akan ditenggelamkan secara bertahap di beberapa lokasi.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved