Aksi Terorisme

Bomber Kartasura Rusak Handphone, Densus 88 Bongkar Komunikasi Jaringan Teroris Lewat Akun Facebook

TIM Densus 88 Antiteror hari ini menggali keterangan RA (22), pelaku bom bunuh diri di Tugu Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Bomber Kartasura Rusak Handphone, Densus 88 Bongkar Komunikasi Jaringan Teroris Lewat Akun Facebook
TribunSolo.com/Istimewa/Asep Abdullah Rowi
Foto pelaku usaha bom bunuh diri di Pos Pengamanan Kartasura, Rofik Asharudin. (Kanan) Foto saat Rofik tergeletak seusai meledakkan diri. 

Namun, Mabes Polri menegaskan hal itu tidak berarti yang bersangkutan tidak memiliki jaringan komunikasi, atau berkomunikasi dengan para lone wolf dan sel tidur lainnya.

"Yang bersangkutan dari hasil keterangan masih lone wolf, artinya sleeping cell," ujar Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (7/6/2019).

 Bomber Kartasura Sudah Dibaiat Pimpinan ISIS Lewat Medsos pada Akhir 2018

"Namun demikian sleeping cell tidak berarti dia seorang diri secara individu," imbuhnya.

"Memang dia tidak terafiliasi jaringan JAD atau kelompok organisasi teroris yang terstruktur."

"Tetapi dia memiliki jaringan komunikasi dengan sleeping-sleeping cell yang lain, itu yang sedang didalami (oleh Densus 88)," bebernya.

 Bomber Kartasura Sempat Ajak Orang Tuanya Ikut ISIS, tapi Ditolak

Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu menyebut, RA mempelajari cara merakit bom dari latihan dan belajar di Internet melalui media YouTube.

Dari hasil penggeledahan di kediaman orang tua tersangka, didapat sejumlah bom beberapa paket hingga detonatornya.

Yang bersangkutan, kata Dedi Prasetyo, juga saling bertukar pengalaman dalam hal merakit bom antar- sesama lone wolf.

 Arus Mudik Lebaran 2019 Lancar, Fadli Zon: Itu Memang Tugas Pemerintah karena Rakyat Bayar Pajak

Pihaknya masih terus mendalami informasi yang diperoleh dari pelaku tersebut.

"Merakit bom itu didapat dari latihan dan belajar di internet dari YouTube. Itu ada automate bom itu sudah ada di situ beberapa paket, sampai membuat detonator itu sudah ada," ungkapnya.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved