Aksi Terorisme

Setiap Hari Kerjaan Bomber Kartasura Rakit Bom di Kamar Tidur dan Latihan Meledakkannya di Sawah

ROFIK Asharudin (22), pelaku bom bunuh diri di Pospam Kartasura, merakit bom di kamar tidurnya.

Editor: Yaspen Martinus
TribunSolo.com/Istimewa/Asep Abdullah Rowi
Foto pelaku usaha bom bunuh diri di Pos Pengamanan Kartasura, Rofik Asharudin. (Kanan) Foto saat Rofik tergeletak seusai meledakkan diri. 

"Pernah kan di Jatim bom bunuh diri sekeluarga. Bapaknya yang main medsos kemudian dibaiat pimpinan ISIS, Al Baghdadi," beber Rycko.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyinggung satu kejadian menonjol selama Ramadan 2019, yakni peristiwa usaha bom bunuh diri di Pospam Tugu Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (3/6/2019).

 Warga Cibubur Rela Berangkat Pukul 04.00 Pagi Demi Bisa Halalbihalal dengan Jokowi

Tito Karnavian mengatakan, kesimpulan sementara yang diambil oleh kepolisian, aksi yang dilakukan oleh RA itu termasuk dalam aksi lone wolf.

"Nah, dalam kasus ini sampai hari ini, kesimpulan kita sementara sudah mendekati 90 persen ya bahwa itu adalah lone wolf," ujar Tito Karnavian setelah Salat Id di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (5/6/2019).

Ia menyebut sejumlah alasan yang membuat kepolisian berkesimpulan seperti itu.

 Terik Matahari di Lapangan Monas Tak Surutkan Antusiasme Warga Bertemu Jokowi untuk Halalbihalal

Pertama, yang bersangkutan ketika diperiksa memberikan keterangan mengaku mempelajari terorisme dari internet atau sosial media.

Di kediaman orang tua tempat pelaku tinggal, juga ditemukan sejumlah bahan pembuat bom yang dirakitnya, dengan cara belajar melalui internet pula.

Bahan itu pun dibeli sendiri oleh yang bersangkutan.

 Ini Pesan Anies Baswedan untuk Warga Jakarta di Hari Raya Idul Fitri

Alasan ketiga, dilihat dari amatirnya RA dan bom yang tidak meledak secara sempurna.

Tito Karnavian mengatakan, jika yang bersangkutan termasuk profesional, tentu ledakan bom pasti besar dan tubuhnya akan hancur berkeping-keping.

Mantan Kapolda Metro Jaya itu juga melihat bahwa RA tak memiliki jaringan yang signifikan dalam aksi terorisme.

 Partai Demokrat Sebut SBY Maafkan Prabowo yang Ungkit Pilihan Politik Ani Yudhoyono

"Dilihat dari jaringannya, juga tidak ada jaringan yang signifikan," ucapnya.

Meskipun, lanjut Tito Karnavian, RA pernah mengikuti satu pengajian yang dalam kelompok itu memang ada yang pernah terpapar jaringan terorisme.

"Tapi, sementara kami menyimpulkan bahwa serangan Ini adalah serangan lone wolf," jelasnya.

 Polisi Simpulkan Aksi Usaha Bom Bunuh Diri di Kartasura Serangan Lone Wolf, Ini Alasannya

Halaman
1234
Sumber: Tribun Solo
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved