Aksi Terorisme

Setiap Hari Kerjaan Bomber Kartasura Rakit Bom di Kamar Tidur dan Latihan Meledakkannya di Sawah

ROFIK Asharudin (22), pelaku bom bunuh diri di Pospam Kartasura, merakit bom di kamar tidurnya.

Editor: Yaspen Martinus
TribunSolo.com/Istimewa/Asep Abdullah Rowi
Foto pelaku usaha bom bunuh diri di Pos Pengamanan Kartasura, Rofik Asharudin. (Kanan) Foto saat Rofik tergeletak seusai meledakkan diri. 

Setelah dibaiat pada akhir 2018, Rycko menyatakan, pelaku memiliki motivasi untuk melaksanakan perintah jihad.

 Lebaran, Menkominfo Rudiantara Minta Maaf Jika Kebijakannya Ada yang Mengganggu Masyarakat

Saat ini, pelaku masih dalam penahanan dan perawatan di Rumah Sakit Prof Awaludin Djamin, atau RS Bhayangkara, Kota Semarang.

Kepada para orangtua, Kapolda mengimbau untuk terus mengingatkan anaknya tentang bahaya radikalisme.

Sebelumnya diberitakan, jejak pimpinan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) Abu Bakr Al Baghdadi, muncul dalam aksi upaya bom bunuh diri di Pos Pengamanan (Pospam) Kartasura.

 Warga Dilarang Bawa Handphone dan Tas Saat Hadiri Open House Jokowi karena Alasan Ini

Hal itu dipaparkan Kapolda Jateng Irjen Rycko A Dahniel ditemani Pangdam IV/Diponegoro, Mayjend TNI Mohammad Effendi, saat memantau keamanan kedatangan Presiden Joko Widodo di Graha Saba Buana, Jalan Letjend Suprapto, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, Rabu (5/6/2019).

"Kita sudah membuka isi pesan media sosial (medsos) milik pelaku RA (Rofik Asharudin)," ungkapnya kepada TribunSolo.com.

Namun, pria yang pernah menjai Kanit Banmin Subden Bantuan Densus 8 Antiteror itu memaparkan, pelaku RA (22), warga Kranggan Kulon RT 1 RW 2, Desa Wirogunan, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo, merupakan pemain tunggal.

 Jusuf Kalla Ungkap Prabowo Subianto Sempat Telepon Orang-orangnya Minta Aksi Massa Dihentikan

"Pelaku tunggal, tidak ada jaringan," jelasnya.

Namun, lanjut Rycko, pada akhir 2018 RA telah dibaiat langsung oleh pimpinan ISIS Abu Bakr Al Baghdadi via medsos yang selama ini digeluti.

"Di medsos dia menerima doktrin yang dianggap pencerahan, sehingga akhir 2018 dibaiat langsung Al Baghdadi," ungkapnya.

 Bule Ini Juga Rela Antre dan Berpanas-panasan Demi Bisa Bertemu Jokowi

"Diajarkan paham melakukan kekerasan atau radikalisme," sambung Kapolda.

Bahkan, menurut dia, via medsos itu RA diajarkan cara membuat petasan dan bom dalam skala kecil atau low eksplosive.

"Setelah ada baiat, maka amaliahnya kemudian yang harus dilakukan RA yakni dengan mengerjakan itu (bom)," terangnya.

 Polisi yang Amankan Arus Mudik dan Balik Lebaran Dijaga Anggota Brimob dan TNI Bersenjata

Cara itu, lanjut Kapolda, seperti yang sempat terjadi di Surabaya, Jawa Timur, tahun lalu.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Solo
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved