Aksi Terorisme

Ngga Cuma Minta Ayah Ibunya Dibaiat, Pelaku Bom Kartasura juga Rakit Bom dari Uang Minta Orangtuanya

KEDUA orangtua Rofik Asharudin (22) sempat diajak ikut baiat untuk ikut sebagai pelaku teror bom. Namun, keduanya menolak.

Ngga Cuma Minta Ayah Ibunya Dibaiat, Pelaku Bom Kartasura juga Rakit Bom dari Uang Minta Orangtuanya
Kompas.com/Fadlan Mukhtar
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel mengunjungi Markas Brimob Purwokerto, Jawa Tengah, Senin (13/5/2019). 

Anak pasangan Muhtadi dan Sukinem itu diketahui aktif berkomunikasi melalui media sosial dengan pimpinan ISIS di Suriah sejak 2018. Setelah dibaiat pada akhir 2018, pelaku memiliki motivasi untuk melaksanakan perintah jihad.

KEDUA orangtua Rofik Asharudin (22) sempat diajak ikut baiat untuk ikut sebagai pelaku teror bom. Namun, keduanya menolak.

Rofik merupakan pelaku bom bunuh diri di pos polisi Kartasura, Sukoharjo, Senin (3//6/2019) malam.

"Kedua orangtuanya sempat diajak, namun menolak," kata Kapolda Jawa Tengah Irjen Rycko Amelza Dahniel di Semarang, Rabu (5/6/2019).

Menurut dia, kedua orangtua pelaku mengetahui aktivitas yang dilakukan anaknya dan bahkan sempat memperingatkannya.

Polisi Simpulkan Aksi Usaha Bom Bunuh Diri di Kartasura Serangan Lone Wolf, Ini Alasannya

Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel didampingi Pangdam IV/4 Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi saat memberikan keterangan pers di lokasi ledakan di Simpang Tiga Tugu Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (4/6/2019) dini hari.
Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel didampingi Pangdam IV/4 Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi saat memberikan keterangan pers di lokasi ledakan di Simpang Tiga Tugu Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (4/6/2019) dini hari. (Kompas.com/Labib Zamani)

Anak pasangan Muhtadi dan Sukinem itu diketahui aktif berkomunikasi melalui media sosial dengan pimpinan ISIS di Suriah sejak 2018.

Setelah dibaiat pada akhir 2018, lanjut Kapolda, pelaku memiliki motivasi untuk melaksanakan perintah jihad.

Saat ini, pelaku masih dalam penahanan dan perawatan di RS Prof Awaludin Djamin atau RS Bhayangkara, Kota Semarang.

Kepada para orangtua, Kapolda juga mengimbau untuk terus mengingatkan kepada anaknya tentang bahaya radikalisme.

Rakit bom 

Kapolda menjelaskan pula, Rofik Asharudin membeli komponen yang dirakit menjadi bom menggunakan uang yang diminta dari orangtuanya.

Halaman
12
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved