Aksi Terorisme

Bomber Kartasura Jadi Tersangka, Bakal Dideradikalisasi oleh BNPT

Menurut Kapolda Jateng Irjen Rycko A Dahniel, kondisi pelaku yang meledakkan diri di Pospam Kartasura dipastikan semakin membaik.

Bomber Kartasura Jadi Tersangka, Bakal Dideradikalisasi oleh BNPT
TribunSolo.com/Istimewa/Asep Abdullah Rowi
Foto pelaku usaha bom bunuh diri di Pos Pengamanan Kartasura, Rofik Asharudin. (Kanan) Foto saat Rofik tergeletak seusai meledakkan diri. 

ROFIK Asharudin (22), pelaku bom bunuh diri di Pospam Kartasura yang mengalami luka parah, kondisinya saat ini berangsur membaik di RS Bhayangkara Prof Dr Awalodin Djamin Semarang.

Menurut Kapolda Jateng Irjen Rycko A Dahniel, kondisi pelaku yang meledakkan diri di Pospam Kartasura dipastikan semakin membaik.

RA lanjut dia, dibawa ambulans milik Polresta Solo ke RSUD Dr Moewardi, Jalan Kolonel Sutarto, Kecamatan Jebres, Solo, ke RS Bhayangkara Prof Dr Awalodin Djamin di Semarang, Selasa (4/6/2019) pukul 04.10 WIB.

Ini Pesan Anies Baswedan untuk Warga Jakarta di Hari Raya Idul Fitri

"Kondisi semakin baik," ucapnya kepada TribunSolo.com, ditemani Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mohammad Effendi, ketika memantau kedatangan Presiden Joko Widodo di Graha Saba Buana, Jalan Letjend Suprapto, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, Rabu (5/6/2019).

Ada pun luka ledakan dari bom yang dia buat, lanjut Rycko, hanya berupa robek pada perut, tangan, pinggang, dan paha.

"Kan tidak terlalu serius (lukanya)," katanya.

Terik Matahari di Lapangan Monas Tak Surutkan Antusiasme Warga Bertemu Jokowi untuk Halalbihalal

Bahkan, mantan Gubernur Akpol itu menambahkan, RA sudah ditetapkan sebagai tersangka otak dan pelaku peledakan bom bunuh diri jelang Lebaran itu.

"Sudah ditetapkan tersangka," ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, warga Kranggan Kulon RT 1 RW 2, Desa Wirogunan, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo tersebut bakal diatasi juga oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Warga Cibubur Rela Berangkat Pukul 04.00 Pagi Demi Bisa Halalbihalal dengan Jokowi

"Karena sudah terpapar paham sesat, radikal, akan menjalani program deradikalisasi dari BNPT," ungkapnya.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved