Cegah Ancaman Teroris, Polresta Depok Patroli Mobile dengan Anjing Pelacak

Adanya aksi teror bom bunuh diri di Pos Polisi Sukoharjo, Jawa Tengah, Polresta Depok tingkatkan kewaspadaan demi mencegah hal serupa terjadi di Depok

Cegah Ancaman Teroris, Polresta Depok Patroli Mobile dengan Anjing Pelacak
Warta Kota/Gopis Simatupang
Polresta Depok kerahkan anjing pelacak (K-9) dalam patroli mobil guna mencegah ancaman terorisme di Kota Depok. 

WARTA KOTA, DEPOK--- Adanya aksi teror bom bunuh diri di Pos Polisi Sukoharjo, Jawa Tengah, Polresta Depok meningkatkan kewaspadaan demi mencegah hal serupa terjadi di Depok.

Kapolresta Depok Komisaris Besar Didik Sugiarto menginstruksikan jajarannya untuk tidak lengah dalam mengawasi setiap gerak-gerik orang yang patut dicurigai.

"Ini terus kami lakukan, peningkatan kewaspadaan. Teman-teman kami yang ada di lapangan, termasuk di komando-komando, ini meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi adanya aksi terorisme," kata Didik di sela-sela pemantauan Pos Pengamanan Lebaran 2019 di exit Tol Cijago, Jalan Raya Bogor, Selasa (4/6/2019) malam.

Kapolresta Depok Komisaris Besar Didik Sugiarto
Kapolresta Depok Komisaris Besar Didik Sugiarto (Wartakotalive.com/Gopis Simatupang)

Dalam pemantauan Pos Pengamanan Lebaran 2019 itu, turut serta Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna, Komandan Kodim 0508/Depok Letkol (Inf) Eko Syah Putra Siregar, serta unsur terkait.

Didik mengatakan, salah satu bentuk peningkatan kewaspadaan adalah dengan melakukan patroli mobile 24 jam menyertakan Unit K-9 atau anjing pelacak.

"Anjing pelacak itu mobile, mereka bergerak secara mobile untuk melakukan patroli juga, mendeteksi tempat-tempat yang kemungkinan ada kerawanan," jelasnya.

Suka Ilmu-ilmu Sosial, Ini 5 Jurusan Paling Favorit

Dijelaskannya, personel gabungan TNI-Polri juga meningkatkan kewaspadaan di sejumlah objek vital seperti gardu PLN, stasiun kereta api, dan lain-lain.

Di sisi lain, Didik juga mengimbau warga Depok untuk turut waspada dengan cara mendeteksi orang tak dikenal yang mencurigakan di wilayahnya masing-masing.

"Warga bersama RT, RW mendeteksi siapa dia, kegiatannya apa, sehingga semua masyarakat mempunyai deteksi dini dan mencegah pihak yang mungkin akan mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat," katanya.

Setelah 33 Tahun, Chernobyl Menarik Minat Wisatawan: Berniat Datang ke Sana?

Sementaraa itu, Dandim 0508/Depok Letkol (Inf) Eko Syah Putra Siregar, menyatakan komitmen untuk memperkuat pemerintah daerah dan kepolisian dalam rangka pengamanan Lebaran.

"Kami sampai dengan jaring-jaring di bawah, di Babinsa, memantau, mengawasi, dan memberikan informasi ketika ada perkembangan-perkembangan yang penting disampaikan," kata Eko.

Untuk mengamankan perayaan Lebaran 2019 di Depok, dikerahkan sebanyak 985 personel gabungan TNI-Polri dalam Operasi Ketupat Jaya 2019 yang digelar selama 13 hari, mulai 29 Mei hingga 10 Juni 2019.

Kurang 1 Minggu Lagi, Simak Jadwal dan Syarat Pendaftaran SBMPTN 2019

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved