Anies: Pancasila Bukan Soal Keberagaman Tapi Juga Soal Keadilan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memaknai Pancasila di hari Kelahiran Pancasila 1 Juni. Nilai-nilai keadilan dalam Pancasila harus diwujudkan.

Anies: Pancasila Bukan Soal Keberagaman Tapi Juga Soal Keadilan
Wartakotalive.com/Anggie Lianda Putri
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membuka Musrenbang Pemprov DKI Jakarta tahun 2019, Rabu (10/4). 

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan mengingatkan jika Pancasila bukan hanya soal kebersatuan dan keberagaman saja.

Nilai yang tak kalah penting Keadilan harus benar-benar bisa diwujudkan oleh pemerintah sebagai pelayan masyarakat.

Hal itu ditulisnya dalam akun Facebooknya @AniesBaswedan Minggu (2/6/2019).

Ini Fakta-fakta Mengejutkan Makan Biji Buah Semangka, Termasuk saat Tertelan di Perut

Red Velvet pada 19 Juni 2019 Akan Rilis Album Baru, Kembali ke Industri K-popk

Dalam postingan tersebut, Anies juga mengunggah sebuah pidato saat dirinya tengah memberikan pidato di Upacara Hari Kelahiran Pancasila 1 Juni 2019.

Anies mengungkapkan jika soal keadilan memang improvisasi dari teks pidatonya. Sebab, menurutnya, selama ini pidato mengenai Pancasila kerap berhenti di wacana Kebersatuan dan Keberagaman saja.

“Minim soal keadilan. Padahal, bagaimana mungkin kita membangun persatuan tanpa keadilan?” ungkapnya.

Oleh karena itu ia mengingatkan seluruh jajarannya di Pemprov DKI Jakarta untuk mewujudkan Pancasila bukan hanya berhenti di Persatuan. “Tentu baik-baik saja sebagai simbol, tapi kita harus mengejar lebih dalam daripada kegiatan seremonial,” jelasnya.

H-1 Lebaran Kulit Ketupat Mulai Diburu Warga

Bukan Cuma Ketupat, 5 Negara Ini Juga Punya Makanan Khas Idul Fitri

Ia meyakini, seperti yang dicita-citakan proklamator Indonesia Bung Karno dan Bung Hatta, Pancasila dihadirkan untuk membawa rasa keadilan di Indonesia.

“Keadilan yang dirasakan rakyat akan memunculkan persatuan yang hakiki, bukan persatuan yang seremonial,” kata pendiri Indonesia Mengajar itu.

Ia pun memberikan contoh pidato Bung Karno 1 Juni 1945 dan pidato Bung Hatta 1 Juni 1977. Kedua pidato tersebut kata Anies, mengedepankan nilai-nilai Keadilan yang wajib diemban pemerintah.

“Bung Karno tegaskan ulang saat wawancara di buku Cindy Adam dengan kalimat sederhana dan berotot yaitu, "Nasionalisme tanpa keadilan sosial mendjadi nihilisme,” kata Anies.

Banyak Uang Dibagikan ke Saudara Saat Lebaran, Yuki Kato: Berapapun Jumlahnya Mereka Pasti Senang

Masjid Jami Al Azhar Bekasi Siap Tampung 2.500 Jamaah Salat Id

Oleh karena itu kata Anies, disini pemerintahlah yang wajib menghadirkan rasa keadilan itu sendiri.

Ia berjanji, keadilan itu juga akan diwujudkan dalam pemerintahannya di Ibukota DKI Jakarta.

“Tugas pemerintah, tugas kami di pemerintahan, mendorong terciptanya rasa keadilan sosial di rakyat. Dari sinilah kemudian hadir rasa persatuan yang hakiki di rakyat, bukan sekadar persatuan seremonial,” terangnya.

Seperti diberitakan wartakotalive sebelumnya Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menjadi inspektur upacara (irup) Hari Kelahiran Pancasila yang jatuh setiap 1 Juni.

Tak Hanya Ucapan, Taqaballahu Minna Wa Minkum Berarti Doa. Ini Manfaat yang Didapat Saat Mengamalkan

Masjid Jami Al Azhar Bekasi Siap Tampung 2.500 Jamaah Salat Id

Upacara diselenggarakan di halaman silang Monumen Nasional sisi selatan, Gambir Jakarta Pusat.

Dalam sambutannya, Anies mengatakan selain doa, yang terpenting adalah menyejahterakan keluarga para pejuang.

"Para pejuang tak hanya butuh didoakan dalam hening cipta, tapi kita harus melakukan langkah nyata menghargai mereka," ujar Anies Baswedan di lokasi, Sabtu (1/6/2019).

Ia mencontohkan salahsatu cara menghargai para pejuang yakni membebaskan keluarganya dari Pajak Bumi Bangunan (PBB).

"Di DKI kita mulai pada semua pejuang dan anak turunannya dibebaskan dari pajak bumi dan bangunan di tempat ini," kata Anies Baswedan.

Penulis: Desy Selviany
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved