Polisi Ciduk Penyebar Hoaks yang Bilang Masjid di Petamburan Diserang, Padahal Itu Foto di Sri Lanka

APARAT Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap penyebar berita bohong di Facebook, soal hoaks penyerangan masjid di Petamburan.

Polisi Ciduk Penyebar Hoaks yang Bilang Masjid di Petamburan Diserang, Padahal Itu Foto di Sri Lanka
ISTIMEWA
Fitriadin, tersangka penyebar berita hoaks di Facebook. 

APARAT Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap penyebar berita bohong di Facebook, soal hoaks penyerangan masjid di Petamburan, Jakarta Barat.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, pihaknya telah menangkap tersangka bernama Fitriadin sekira pukul 12.30 WIB, di pintu tol keluar Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (30/5/2019) pekan lalu.

Tersangka Fitriadin, kata Dedi Prasetyo, diduga menyebarkan dan mengelola akun Facebook dengan nama Adi Bima.

SBY Salami Megawati di Bawah Tenda Merah Putih

"Dari hasil interogasi sementara, pelaku memosting foto masjid tersebut bukanlah foto masjid yang ada di Indonesia, melainkan foto masjid yang ada di negara Sri Lanka," ujar Dedi Prasetyo dalam keterangan tertulis, Senin (3/6/2019).

Ia menjelaskan, tersangka mengaku perbuatan tersebut dilakukan atas inisiatifnya sendiri.

Dengan alasan, kata Dedi Prasetyo, yang bersangkutan mendukung salah satu capres-cawapres serta terbakar emosi, akibat kerusuhan yang terjadi di beberapa titik di Jakarta pada 21-22 Mei 2019.

KontraS Terima Tujuh Pengaduan Aksi Kerusuhan 21-22 Mei, Korban Mengaku Disiksa Aparat

Menurut mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu, tersangka melakukan tindak pidana dengan menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu.

Terutama, lanjutnya, berdasarkan SARA dan/atau menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat dan/atau menghina suatu penguasa atau badan hukum yang ada di Indonesia.

Dari tangan tersangka, penyidik berhasil menyita satu buah handphone dan dua buah simcard sebagai barang bukti.

Ini Dua Keinginan Ani Yudhoyono yang Belum Terwujud, Meski Lahannya Sudah Tersedia

"Tersangka di jerat Pasal 45A Ayat (2) Jo 28 Ayat (2) Undang–undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang–undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved