Bulan Suci Ramadan

Pedagang Bedug Musiman Tanah Abang Mengaku Penjualan Menurun Tahun Ini

Ya kita tahu sendiri kemarin abis kerusuhan itu sepi banget sampai sekarang, tahun politik ini sepi jadinya," kata Ridho (55) salah seorang penjualan

Pedagang Bedug Musiman Tanah Abang Mengaku Penjualan Menurun Tahun Ini
Warta Kota
Ridho (55) salah seorang penjualan bedug, 

Memasuki lebaran idul fitri sejumlah pedagang bedug musiman menjamur di Jalan KH Mas Masyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Mereka menjajakan aneka model bedug dengan bervariasi harga.

Namun meski bedug menjadi ciri khas saat lebaran dan takbiran, rupanya beberapa pedagang mengaku penjualan bedug tahun ini lesu dan menurun.

Bahkan penurunan hingga 50 persen, dibandingkan tahun lalu.

"Kalo sekarang turun, beda ama tahun lalu. Ya kita tahu sendiri kemarin abis kerusuhan itu sepi banget sampai sekarang, tahun politik ini sepi jadinya," kata Ridho (55) salah seorang penjualan bedug, Senin (3/5/2019).

VIDEO: Fortuner Pakai Plat Polisi Ternyata Dikemudikan Kevin Kosasih, Pelajar Warga BSD

Dikatakan Ridho, pembuatan bedug ini, Ia buat seorang diri di rumahnya, berjualan bedug sejak 8 tahun yang lalu membuat kemahiran dalam membuat bedug tak perlu di pertanyakan lagi. Dalam sehari ia bisa membuat 3 sampai empat bedug.

"Kalo buatnya yang paling kecil 30 menit jadi, kalo yang besar bisa agak lama dikit," katanya.

para pedagang bedug musiman berjualan di sepanjang jalan KH Mas Masyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
para pedagang bedug musiman berjualan di sepanjang jalan KH Mas Masyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat. (Warta Kota)

Ia mengaku bahan-bahan yang di dapat memang sudah berlangganan dengan beberapa orang termasuk tong untuk bedug sendiri, sedangkan bahan kulit dapat ditemukan di sekitar kawasan Tanah Abang.

Sementara itu salah seorang penjualan bedug lainnya, Ujang (33) mengatakan meski saat ini penjualan bedug turun, namun setidaknya masih ada pemasukan yang didapat untuk lebaran tahun ini.

VIDEO: Ratusan Warga Senang Mudik Gratis ke Kepulauan Seribu

"Ya walau sepi gimana, kita cuma bisa syukuri aja, yang penting pemasukan masih ada, jadi masih bisa buat lebaran. Untungnya saya ngak mudik, asli betawi sini," ujarnya.

Menurutnya perbedaan bahan kulit kambing dan sapi berasal dari suara yang dihasilkan dari bedug tersebut. Untuk kulit kambing suaranya akan jauh lebih keras, sedangkan untuk sapi suaranya lebih padat dan lebih tebal.

Harga bedug yang dijual di sepanjang Jalan KH Mas Mansyur ini dibandrol kisaran harga Rp. 80.000 hingga Rp. 1 juta rupiah. Sedangkan yang berbahan kayu dan kulit sapi berkisar harga Rp. 2 juta sampai Rp. 3 juta. (JOS)

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved