Jumlah Penumpang di Terminal Jatijajar Biasanya 100 Orang/Hari, Saat Mudik Melejit 800 Orang/Hari

Pemeriksaan kesehatan tersebut, termasuk pemeriksaan kandungan narkoba melalui tes urine kepada seluruh awak bus AKDP maupun AKAP

Jumlah Penumpang di Terminal Jatijajar Biasanya 100 Orang/Hari, Saat Mudik Melejit 800 Orang/Hari
Wartakotalive.com/Gopis Simatupang
Sejumlah awak bus saat akan memberangkatkan penumpang di Terminal Bus Tipe A Jatijajar, Jalan Raya Bogor, Tapos, Kota Depok, Minggu (2/6/2019). 

Jelang Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah yang sudah di depan mata, geliat arus mudik di Terminal Bus Tipe A Jatijajar, Jalan Raya Bogor, Tapos, Kota Depok, makin terasa, Minggu (2/6/2019).

Bila pada hari biasa tidak tampak adanya keramaian di terminal yang baru beroperasi pada September tahun 2018 itu, maka saat memasuki musim mudik Lebaran tahun ini, Terminal Jatijajar mulai disesaki penumpang.

Kepala Tata Usaha Terminal Bus Jatijajar, Dodi M.S, kepada Wartakotalive.com, mengungkapkan, sebelumnya penumpang yang tampak di terminal itu hanya berkisar 100-150 orang per hari.

Akan tetapi, sejak memasuki H-10 Hari Raya Idul Fitri, jumlah calon penumpang melonjak drastis hingga 800 orang.

“Sebelum puasa memang sepi penumpang. Tapi sekarang alhamdulillah penumpang meningkat 800 persen,” ujar Dodi di Terminal Jatijajar.

Dodi menjelaskan, lonjakan penumpang terjadi karena seluruh armada bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang sebelumnya ngetem sembarangan di berbagai titik, kini telah diintegrasikan secara terpadu ke Terminal Bus Jatijajar.

“Mau tidak mau pemudik di Depok dan sekitarnya naik di Terminal Jatijajar,” kata Dodi.

Dia menjelaskan, saat ini armada bus yang ada di Terminal Jatijajar berjumlah 358 unit.

Terdiri dari 284 bus AKAP, dan 74 bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) yang seluruhnya berasal dari 54 perusahaan otobus (PO).

Mayoritas penumpang, imbuhnya, merupakan pemudik tujuan Jawa mulai dari Cirebon, Klaten, Yogyakarta, dan lain-lain, serta destinasi Sumatera semisal Lampung dan Palembang.

Tes kesehatan
Guna kelancaran arus mudik tahun ini, Dinas Perhubungan Kota Depok bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Depok serta Badan Narkotika Nasional Kota Depok, juga melakukan tes kesehatan kepada sopir dan kondektur bus yang akan membawa pemudik Lebaran.
Pemeriksaan kesehatan tersebut, termasuk pemeriksaan kandungan narkoba melalui tes urine kepada seluruh awak bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) maupun bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di Terminal Jatijajar.
"Pemeriksaan tes urine dilakukan sejak H-7 yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan bersama BNN Kota Depok," ujar Dadang kepada wartawan.
Selain tes urine, tensi darah para sopir bus juga turut diawasi demi keselamatan bersama.
Karenanya, Dadang meminta para sopir agar memerhatikan kesehatan dan keselamatan penumpang.
Jika nantinya ditemukan sopir atau kondektur yang mengalami gangguan kesehatan serius akan dirujuk ke rumah sakit.
Selain itu, sopir bermasalah juga akan dilarang mengendarai bus untuk sementara agar tidak membahayakan penumpang.
"Kalau ada yang positif terkena gangguan kesehatan, segera kami tindak lanjuti dan tidak diperbolehkan mengendarai bus," tegas Dadang.
Penulis: Gopis Simatupang
Editor:
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved