KPK Diminta Telisik Motif DPR Dukung Bulog Lakukan Impor Bawang Putih

Masa DPR membolehkan pemerintah melanggar. Harusnya DPR menjaga koridor dan payung hukum berlaku. Menaati UU dan peraturan yang ada

KPK Diminta Telisik Motif DPR Dukung Bulog Lakukan Impor Bawang Putih
Warta Kota/Henry Lopulalan
bawang putih impor 

Hasil Rapat Dengar Pendapat Komisi IV dengan sejumlah pihak terkait ketahanan pangan dinilai aneh.

Untuk itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta menelisik latarbelakang keluarnya salah satu putusan rapat tersebut.

Pasalnya, permintaan Dewan kepada pemerintah untuk menetapkan izin impor bawang putih bagi Bulog, jelas mengindahkan wajib tanam 5 persen bagi pengimpor, sesuai Permentan No 16 Tahun 2017 tentang Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH), dinilai mendukung pelanggaran peraturan.

 
Permintaan DPR itu juga menafikan kerja petani dan upaya peningkatan produksi bawang putih.

Direktur Centre For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi menegaskan poin tersebut melanggar undang-undang dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus memantau aturan itu.

Ia mempersoalkan salah satu poin hasil rapat, yang menegaskan permintaan Komisi IB terhadap Pemerintah Kementerian Perdagangan untuk menindaklanjuti hasil rapat Koordinasi Terbatas Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kepada Perum Bulog terkait dengan penugasan importasi bawang putih dalam rangka menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga.

"Itu (pemberian rekomendasi agar Bulog diberikan izin impor bawang putih-red) melanggar UU. Masa DPR membolehkan pemerintah melanggar. Harusnya DPR menjaga koridor dan payung hukum berlaku. Menaati UU dan peraturan yang ada," kata Uchok kepada wartawan, Jumat (31/5/2019).

Salah satu poin itu dianggap aneh lantaran DPR seakan menjadi backing Bulog minta impor bawang putih tanpa pakai wajib tanam.

Uchok menegaskan, kalau semua aturan dilanggar, seolah-olah bakal menjadi mafia semua.

Karenanya, kata dia, mafia dalam bekerja tidak memakai aturan, alias sikat semua.

Halaman
1234
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved