Anies Baswedan Ogah Pakai Istilah Operasi Yustisi, Ini Penggantinya

Anies mengaku tak ingin membuat Jakarta tertutup bagi pendatang dengan menggunakan istilah "operasi".

Anies Baswedan Ogah Pakai Istilah Operasi Yustisi, Ini Penggantinya
Warta Kota/Anggi Liana Putri
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menginformasikan korban kerusuhan 22 Mei lalu sudah mulai kembali kerumah masing-masing setelah menjalani perawatan di beberapa Rumah Sakit Jakarta, Senin (27/5/2019). 

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak mau menggunakan istilah operasi yustisi kependudukan dan menggantinya dengan Layanan Bina Kependudukan.

Hal itu diungkapkan Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Jumat (31/5/2019).

"Saya tidak mau menggunakan istilah operasi lagi, tidak operasi. Sekarang adalah pelayanan bina kependudukan," ujarnya.

Anies mengaku tak ingin membuat Jakarta tertutup bagi pendatang dengan menggunakan istilah "operasi".

Menurut dia, siapa pun berhak mengadu nasib di Jakarta.

Pemprov DKI hanya memastikan pendatang tak akan terkatung-katung.

Ini Jadwal Imsak dan Buka Puasa Hari Ke-27 Ramadhan 1440 H pada Sabtu (1/6/2019)

Arus Mudik Lebaran 2019, Konsumsi BBM Mengalami Peningkatan

Macet di Tol, Masyarakat Transportasi Indonesia: Rest Area Jadi Sumber Kemacetan

Anies akan melanjutkan operasi yustisi dengan nama yang berbeda.

"Kita meminta kepada RT, RW, bila ada warga baru unutk dicatat, lapor, dan dicatat kependudukannya sehingga kita tahu siapa yang berada di Jakarta," ujarnya.

Anies meminta para pendatang datang dengan pengalaman dan keterampilan.

Selain itu, ia minta mereka sudah terdaftar BPJS.

Tiap tahun, Pemprov DKI menggelar operasi yustisi atau operasi bina kependudukan usai Lebaran.

Operasi ini digelar di permukiman yang biasa diramaikan pendatang.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Anies Ganti Nama Operasi Yustisi, Apa Bedanya?"

Editor: Murtopo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved