Breaking News:

Mudik Lebaran

Tiket Pesawat Capai Rp 24 Juta, Kemenhub: Maskapai Harus Tegur Agen Tiket Online

Kementerian Perhubungan angkat bicara soal harga tiket capai Rp24 juta. Maskapai diminta segera menegur agen tiket online.

Penulis: Desy Selviany
Editor: Dian Anditya Mutiara
thinkstockphotos
Ilustrasi. Rencana menilai evaluasi Kementerian Perhubungan untuk menaikan tarif batas atas tiket pesawat tidak terlalu tepat dan tidak membuat kaget warga. 

"Jadi kita kalau berpikir itu harus berpikir positif, mengapa tidak buat (rute) Bandung-Jakarta, Jakarta-Kualanamu. Bandung-Jakarta ada penerbangan, kalau memang pemikirannya konstruktif itu yang dilakukan. Ini pemikirannya tidak konstruktif," sebut dia.

Fakta-faktanya

Terkait ramainya informasi soal tiket Bandung-Medan seharga Rp 21,9 juta ini, berikut ini fakta-faktanya:

1. Dibantah Garuda Indonesia

VP Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan membantah telah menjual tiket seharga Rp 21 juta lebih untuk rute Bandung-Medan.

Menurut dia, Garuda Indonesia tidak mempunyai rute penerbangan langsung dari Bandung ke Medan, yang ada adalah rute Jakarta ke Medan.

ILUSTRASI Tiket pesawat
ILUSTRASI Tiket pesawat (Shutterstock)

2. Transit di beberapa kota

Harga tiket yang dibanderol Rp 21 juta tersebut bukanlah merupakan penerbangan langsung, melainkan transit.

VP Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan menjelaskan, tiket ini transit ke beberapa kota, yaitu Bandung-Denpasar-Jakarta-Kualanamu.

Alhasil, karena pesawat mempunyai rute yang memutar jauh, menjadikan harga tiketnya mahal.

3. Klarifikasi Traveloka

CEO Transport Traveloka Caesar Indra menyampaikan, tiket pesawat Bandung-Medan kelas ekonomi telah ludes terjual menjelang Lebaran yang tinggal menghitung hari.

Selain itu, kelas bisnis rute yang sama dengan transit di Jakarta juga telah seluruhnya terjual.

Maka, maskapai memberikan opsi tiket dan menawarkan kelas bisnis untuk rute Bandung ke Medan dengan transit ke Denpasar, lalu Jakarta, dan baru menuju Medan.

Caesar mengaku, harga yang dicantumkan oleh pihaknya itu merupakan harga yang didapatkan langsung dari pihak maskapai.

4. Kelas Bisnis berbeda dengan Ekonomi

Kelas bisnis yang ditawarkan pada rute penerbangan tersebut pastinya membuat tiket mempunyai harga yang berbeda dibandingkan dengan kelas ekonomi.

Seperti diketahui, perbedaan fasilitas yang didapatkan dan kelas moda transportasi yang kita pilih akan berbanding lurus dengan harga tiketnya.

Garuda Indonesia mengklaim bahwa seluruh rute penerbangannya mengimplementasikan harga tiket mengacu kepada tarif batas atas yang ditentukan pemerintah.

ILUSTRASI Mencari tiket pesawat via aplikasi
ILUSTRASI Mencari tiket pesawat via aplikasi (press.traveloka.com)

5. Hati-hati beli online

VP Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan meminta masyarakat untuk lebih cermat ketika bertransaksi di suatu platform online.

Sebelum melakukan pembelian tiket, masyarakat dapat melihat detail harga, rute, dan transit yang ditawarkan.

Hal itu berkaitan dengan sistem yang akan otomatis mencari rute dengan kursi tersedia, meskipun nantinya rute tersebut harus transit ke berbagai kota, memutar jauh, atau melibatkan berbagai maskapai penerbangan yang membuat harga tiket sangat mahal.

6. Dinilai tak layak jangan dibeli

Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Nur Isnin Istiartono mengaku telah berkoordinasi dengan pihak agen travel online terkait pemasangan harga tiket pesawat mahal tersebut.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati saat membeli tiket secara online.

Isnin mengatakan, jika harga tiket pesawat dirasa tidak layak, masyarakat diperkenankan untuk tidak membelinya.

"Itu kan namanya muter-muter piknik itu, hati-hati saja. Dicek betul kalau itu ngga layak jangan dibeli," tegas dia. (Murti Ali Lingga/Mela Arnani)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved