Berita Video

Sederet Fakta Menarik Mengapa 1 Juni Sebagai Hari Lahir Pancasila

Pancasila lahir dari kesepakatan para pendiri bangsa sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dasar negara yang juga merupakan pemersatu ban

Penetapan tanggal 1 Juni sebagai hari lahir Pancasila tak lepas dari berbagai macam perdebatan.

Di era pemerintah orde baru melalui Komando Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib) pernah
melarang peringatan 1 Juni sebagai hari lahir Pancasila pada tahun 1970.

VIDEO: Kakek Berusia 62 Tahun Mudik ke Banyuwangi Gowes Sepeda

Di era ini sejarah tentang rumusan-rumusan awal Pancasila didasarkan pada penelusuran sejarah oleh Nugroho Notosusanto melalui buku Naskah Proklamasi jang Otentik dan Rumusan Pancasila jang Otentik.

Setelah lengsernya Soeharto di reformasi 1998, muncul banyak gugatan tentang hari lahir Pancasila yang sebenarnya.

VIDEO: Aksinya di Pesbukers Ramadan Dapat Teguran dari MUI, Raffi Ahmad Mengaku Berbenah Diri

Setidaknya ada tiga tanggal yang berkaitan dengan hari lahir Pancasila, yaitu tanggal 1 Juni 1945, tanggal 22 Juni 1945 dan tanggal 18 Agustus 1945.

Pemerintah akhirnya menetapkan 1 Juni sebagai hari lahir Pancasila.

Hal tersebut didasari bahwa kata Pancasila  pertama kali diucapkan oleh Bung Karno di hadapan sekitar 65 anggota sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1 Juni 1945 di Jakarta.

VIDEO: Suasana Sepi Rumah Fifi Tersangka Pemasok Senjata untuk Pembunuhan Empat Jenderal

Sukarno menawarkan lima sila yang terdiri: Kebangsaan Indonesia; Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan; Mufakat atau Demokrasi; Kesejahteraan Sosial; dan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Dihimpun dari berbagai sumber, Selain Sukarno, Ketua BPUPKI Radjiman Wediodiningrat, anggota BPUPKI M. Yamin serta Soepomo juga menyampaikan pandangan mengenai dasar negara.

Namun, pidato Sukarno yang dianggap paling pas dijadikan rumusan dasar negara Indonesia.

“Pidato itu disambut hampir semua anggota dengan tepuk tangan riuh. Tepuk tangan yang riuh sebagai suatu persetujuan,”  kenang Mohammad Hatta dalam tulisannya di buku Menuju Gerbang Kemerdekaan (2010).

Pidato Pancasila Soekarno kemudian direspons dengan serius dengan pembentukan Panitia Sembilan sebagai tim yang akan merumuskan ulang Pancasila.

Adapun tim sembilan berisikan Soekarno, Mohammad Hatta, Marami Abikoesno, Abdul Kahar, Agus Salim, Achmad Soebardjo, Mohammad Yamin, dan Wahid Hasjim.

Rumusan selanjutnya akan menetapkan Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara Indonesia ditandai dengan
dibuatnya Piagam Jakarta, di sebuah rapat nonformal pada 22 Juni 1945 dengan 38 anggota BPUPKI.

Penulis: Muhamad Rusdi
Editor: Ahmad Sabran
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved