Perang Dagang Belum Reda, Bakal Hambat Denuklirisasi Korea Utara

erang dagang yang berlarut-larut akan menghambat keterlibatan Beijing dalam menangani masalah nuklir Korea Utara.

Perang Dagang Belum Reda, Bakal Hambat Denuklirisasi Korea Utara
thinkstockphotos
Ilustrasi. Berlarut-larutnya perang dagang antara Amerika Serikat dan China menjadi perhatian penasihat khusus Presiden Korea Selatan, Moon Chung-in. Moon Chung-in menyuarakan keprihatinan bahwa perang perdagangan yang berlarut-larut akan menghambat keterlibatan Beijing dalam menangani masalah nuklir Korea Utara. 

Konflik perdagangan antara Beijing dan Washington telah menghambat kepemimpinan Presiden Xi Jinping dalam menyelesaikan masalah nuklir Korea Utara.

Washington yang menolak seruan Pyongyang untuk mencabut sebagian besar sanksi sebagai imbalan atas penutupan situs nuklir utamanya di Yongbyon.

WARTA KOTA, PALMERAH--- Berlarut-larutnya perang dagang antara Amerika Serikat dan China menjadi perhatian penasihat khusus Presiden Korea Selatan, Moon Chung-in.

Moon Chung-in menyuarakan keprihatinan bahwa perang perdagangan yang berlarut-larut akan menghambat keterlibatan Beijing dalam menangani masalah nuklir Korea Utara.

"Saya pribadi percaya bahwa kepemimpinan Tiongkok dapat mengambil peran yang lebih aktif dalam memfasilitasi penyelesaian masalah Korea Utara," katanya kepada South China Morning Post, seperti yang dilansir Kontan.

Liburan di Gunung Kidul, Ada Lokasi Wisata yang Bisa Didatangi

Moon mengatakan, konflik perdagangan antara Beijing dan Washington telah menghambat kepemimpinan Presiden Xi Jinping dalam menyelesaikan masalah nuklir Korea Utara.

Ia mengatakan, perselisihan yang telah menenggelamkan pasar saham global memiliki dampak negatif.

Dampak negatif pada upaya internasional untuk membujuk Korea Utara guna meninggalkan persenjataan nuklirnya demi imbalan keuntungan diplomatik dan ekonomi.

Negosiasi denuklirisasi antara Amerika Serikat dan Korea Utara telah gagal setelah dua pertemuan puncak.

Washington yang menolak seruan Pyongyang untuk mencabut sebagian besar sanksi sebagai imbalan atas penutupan situs nuklir utamanya di Yongbyon.

Bocah 6 Tahun Jatuh dari Ketinggian 10 Meter, Kejadian Serupa 18 Tahun Lalu

Halaman
123
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved