Kasus Ujaran Kebencian

Sepuluh Penyebar Hoaks Seputar Aksi 22 Mei Diamankan Polisi Dalam Sepekan Terakhir

Polri mengamankan sepuluh orang penyebar hoaks atau berita bohong berkonten ujaran kebencian melalui media elektronik, dalam sepekan terakhir

Sepuluh Penyebar Hoaks Seputar Aksi 22 Mei Diamankan Polisi Dalam Sepekan Terakhir
Warta Kota/Budi Sam Lau Malau
Dedi Prasetyo 

SEMANGGI, WARTAKOTALIVE.COM -- Polri telah mengamankan sepuluh orang penyebar hoaks atau berita bohong berkonten ujaran kebencian melalui media elektronik, dalam sepekan terakhir atau sejak 21-28 Mei 2019.

Kesepuluh orang itu diketahui telah menyebarkan hoaks atau berita bohong terkait aksi demonstrasi tanggal 21-22 Mei lalu di Jakarta atau seputar peristiwa aksi itu yang tidak benar.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menerangkan ke-10 orang itu sudah ditetapkan tersangka.

Setelah Ditetapkan Tersangka Makar, Kivlan Zen Diperiksa Bareskrim Rabu Besok

Dari bukti yang ada mereka menyebarkan konten berupa ujaran kebencian, hoax, dengan narasi yang dibangun sangat provokatif.

"Tujuannya untuk membangkitkan emosi dan opini publik sehingga menimbulkan kemarahan publik dengan konten yang tidak sesuai fakta," kata Dedi, Selasa (28/5/2019).

Dedi menjelaskan ke sepuluh tersangka ini menyebarkan konten hoaks secara aktif lewat akun media sosial mereka, sejak aksi massa di Bawaslu tanggal 21-22 Mei lalu,

"Karena kontennya hoaks dan bertujuan meningkatkan kemarahan publik, ini menjadi sangat berbahaya bila dibiarkan," katanya.

Kesepuluh orang itu adalah:

1. SDA yang ditangkap Ditsiber Bareskrim 23 Mei 2019. SDA menyebar konten tuduhan adanya polisi negara tertentu yang masuk ke Indoensia untuk ikut mengamankan aksi massa 21-22 Mei lalu. Dalam kontennya ditambahkan bahwa polisi negara lain itu ikut melakukan penembakan terhadap massa yang menggelar aksi.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved