Pilpres 2019

Polisi Larang Doa Bersama di Depan Gedung Bawaslu, Fadli Zon Bilang Bakal Digelar di Masjid

MABES Polri angkat bicara terkait video Wakil Ketua MPR Fadli Zon yang beredar di media sosial Twitter.

Polisi Larang Doa Bersama di Depan Gedung Bawaslu, Fadli Zon Bilang Bakal Digelar di Masjid
Warta Kota/Henry Lopulalan
Petugas Dinas Perhubungan mengangkut beton yang memblokir jalan di depan Gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (27/5/2019). 

MABES Polri angkat bicara terkait video Wakil Ketua MPR Fadli Zon yang beredar di media sosial Twitter.

Dalam video itu, Fadli Zon mendukung digelarnya doa bersama pada 29-30 Mei 2019, untuk mendoakan korban tewas dalam aksi 21-22 Mei lalu.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, pihaknya tidak memberikan rekomendasi apabila kegiatan doa hingga demonstrasi, akan dilakukan di depan Gedung Bawaslu.

Polisi Benarkan Isi Rekaman CCTV Ambulans Bagikan Amplop kepada Perusuh Aksi 22 Mei

"Mengacu konferensi kejadian demo tanggal 21-22 kemarin itu, sebagai dasar pertimbangan untuk aparat keamanan melakukan suatu kajian tidak boleh memberikan rekomendasi melaksanakan kegiatan demo di depan Kantor Bawaslu," ujar Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (28/5/2019).

Ia menjelaskan alasan di balik tidak diberikannya rekomendasi tersebut. Yakni, para koordinator lapangan (korlap) dinilai tidak mampu mengendalikan massanya dan tidak mampu meredam tindakan massanya yang bertindak anarkis.

Menurutnya, hal itu dilihat sebagai pertimbangan. Karena apabila terjadi lagi, akan merugikan seluruh masyarakat DKI Jakarta, dan bukannya satu atau dua orang semata.

Pimpinan Lembaga Survei Jadi Target Pertama Pembunuhan Pemilik Senjata Api ilegal, Ini Motifnya

"Bukan hanya masyakat yang di sekitar Kantor Bawaslu dan sekitarnya, tapi masyarakat Jakarta yang lain juga terdampak oleh peristiwa tersebut," jelasnya.

Lebih lanjut, Dedi Prasetyo menegaskan apabila tetap ada pihak yang berusaha melakukan demonstrasi di depan Bawaslu, maka Polri akan menerapkan Pasal 15 UU No 9 Tahun 1998.

"Pasal 15, baca Pasal 15 UU No 9 Tahun 1998 itu ada kewenangan aparat kepolisian, untuk bubarkan. Bila mereka melawan berarti ada pasal yang dilanggar, yaitu pasal 311 sampai 318 KUHP," tegasnya.

Tiga Alasan Anak-anak Terlibat Kerusuhan Aksi 22 Mei, Salah Satunya Diduga Diajak Guru Ngaji

Wakil Ketua DPR Fadli Zon membenarkan adanya rencana menggelar munajat doa bersama untuk para korban meninggal akibat kerusuhan aksi 22 Mei 2019.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved