Breaking News:

Prancis Open

Petenis Prancis Ini Catat Sejarah Sebagai Petenis Termuda Lolos ke Babak Kedua Grand Slam

Pada usia 16 tahun dan 281 hari, Parry menjadi petenis termuda yang memenangi pertandingan babak utama Prancis Open 2019.

Editor: Dewi Pratiwi
Le Parisien
Petenis Prancis Diane Parry 

SEJARAH baru tercipta di Grand Slam Prancis Open 2019.

Petenis Prancis Diane Parry, yang lolos ke Prancis Open 2019 dengan fasilitas wildcard memenangkan babak pertama pertamanya.

Pada usia 16 tahun dan 281 hari, Parry menjadi petenis termuda yang memenangi pertandingan babak utama di Grand Slam Prancis pada dekade ini, mengalahkan petenis Belarusia Vera Lapko dalam dua set langsung 6-2, 6-4.

Untuk pertama kalinya lolos ke babak utama WTA setelah hanya memainkan empat pertandingan kualifikasi level tour, hingga saat ini dalam karirnya yang masih muda, Parry menggetarkan penonton di Court 8 dengan perpaduan antara winner murni dan pukulan keras penghasil winner.

Leetuk Pastikan Super Junior Comeback dalam Album Spesial

Tom Holland dan Chris Hemsworth Jumpa Penggemar di Bali

Grup Band Jannabi Dikeluarkan dari Berbagai Acara

Menunjukkan pukulan backhand satu tangan yang berpengaruh besar, ia akhirnya bangkit setelah dipatahkan servisnya pada set kedua, dan memenangi lima dari enam gim terakhir dalam pertandingan tersebut untuk memastikan tempat pada putaran kedua.

"Pertandingan yang bagus. Saya sangat gembira dan puas memenangi pertandingan putaran pertama ini. Saya tahu bahwa saya harus fokus dan tetap fokus sekali pun kehilangan satu bola. Saya harus memberikan yang terbaik pada akhirnya," ujar Parry dilansir Antaranews.

"Pada awal set kedua saya agak frustrasi. Saya tidak punya perasaan yang saya inginkan, tapi saya berusaha untuk tetap setenang mungkin, karena saya tahun bahwa itulah sikap yang saya perlukan untuk menang," lanjutnya.

Ini bukan pertama kalinya ia membuat sejarah dalam Grand Slam.

Parry menjadi pemain pertama yang lahir 2002 yang memenangi pertandingan Grand Slam apapun ketika ia memenangi putaran pertama kualifikasi sebagai wildcard tanpa ranking tahun lalu di Paris.

Dengan debut kemenangannya pada babak utama tahun ini, ia mengikuti jejak rekan senegaranya Alizé Cornet dengan keberhasilannya yang luar biasa.

Cornet, petenis dengan wildcard berusia 15 tahun pada 2005, mengalahkan petenis Rusia Alina Jidkova pada pertandingan putaran pertamanya, sebelum kalah oleh Amélie Mauresmo - dan mengulangi hal yang sama pada usia 16 tahun dengan wildcard pada 2006, menyusul ulang tahunnya pada Januari.

Christopher Rungkat dan Hsieh Cheng-Peng Lolos ke Babak Kedua

Song Joong Ki Akui Tertekan Syuting Drama Arthdal Chronicles

Mencoba Bunuh Diri, Kondisi Go Hara Kini Stabil

Parry adalah petenis Prancis termuda sejak Cornet yang memenangi pertandingan pada turnamen utama di negaranya.

Ia juga pemain termuda yang memenangi pertandingan di French Open secara keseluruhan sejak Michelle Larche de Brito (16 tahun) dari Portugal berhasil maju ke putaran ketiga pada 2009.

"Saya berusaha fokus satu hari satu hari dan tidak mempunyai ekspektsi yang jauh," kata Parry, ketika diberitahu tentang prestasinya pada Senin open pers.

"Saya berusaha untuk tidak memikirkan masa depan. Saya berusaha meningkatkan diri setiap hari, satu hari satu hari dan kita akan lihat bagaimana hasilnya nanti," katanya.

Pada putaran kedua, Parry akan bertemu unggulan 20 Elise Mertens dari Belgia, yang menyisihkan Tamara Zidansek dari Slovenia dalam tiga set 6-4, 3-6, 6-2.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved