Bulan Suci Ramadan

Penerimaan Zakat Profesi PNS Kota Bekasi Meleset dari Target

potensi zakat profesi sebetulnya bisa menembus Rp 1 miliar lebih, namun kenyataannya jumlah zakat hanya mencapai Rp 800 juta setiap bulan.

Penerimaan Zakat Profesi PNS Kota Bekasi Meleset dari Target
Warta Kota
Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono saat menyalurkan zakat profesi secara simbolis dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bekasi kepada para mustahik. Dalam acara yang diselenggarakan di Islamic Center Bekasi ini, Baznas Kota Bekasi menyalurkan zakat profesi hingga Rp 1,2 miliar lebih dari ASN Kota Bekasi dan masyarakat setempat. 

Penerimaan zakat profesi di kalangan aparatur sipil negara (ASN) Kota Bekasi meleset dari target.

Pemerintah Kota Bekasi menyebut, potensi zakat profesi sebetulnya bisa menembus Rp 1 miliar lebih, namun kenyataannya jumlah zakat hanya mencapai Rp 800 juta setiap bulan.

"Kita akan evaluasi, dan dorong agar kepersetaan ASN naik dalam zakat profesi setiap bulan," kata Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono pada Selasa (28/5).

VIDEO: Terminal Pondok Cabe Siap Layani Pemudik Moda Bus AKAP

Tri mengatakan, ada dua organisasi perangkat daerah (OPD) yang belum maksimal menyerahkan zakat profesi kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bekasi.

Padahal sejak beberapa tahun lalu, pemerintah daerah telah menggandeng lembaga tersebut untuk memudahkan aparatur menunaikan kewajibannya setiap bulan.

VIDEO: Apel Pengamanan Lebaran, Polres Jakarta Utara Awali dengan Lantunan Asmaul Husna

"Penyerahan zakat sangat bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Apalagi, Baznas Kota Bekasi dalam pengelolaan keuangan sudah mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang patut kita apresiasi," ujar Tri.

Wakil Ketua II bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan pada Baznas Kota Bekasi Ismail Hasyim menambahkan sejak tiga tahun lalu Pemerintah Kota Bekasi telah menggandeng Baznas Kota Bekasi dalam memfasilitasi para aparatur untuk menunaikan kewajibannya membayar zakat.

Uang yang disetorkan itu, kata dia, dikembalikan lagi ke masyarakat Kota Bekasi dalam meningkatkan kesejahteraan sosial di bidang pendidikan, kesehatan dan sebagainya.

VIDEO: Ditjen Kereta Api Kementerian Perhubungan Berangkatkan Ratusan Motor Pemudik Pulau Jawa

Berdasarkan data yang diperoleh jumlah aparatur di Kota Bekasi yang berstatus sebagai ASN dan TKK sekitar 25.000 lebih. Namun dari jumlah tersebut tidak semua aparatur mengikuti program zakat profesi ini dengan berbagai alasan.

Pertama karena beragama non muslim dan kedua gaji yang mereka peroleh diprioritaskan untuk membayar utang atau cicilan sehingga gajinya telah habis.

VIDEO: Bus Tingkat Alias Double Decker Jadi Pilihan Pemudik Tujuan Wonogiri

"Ada juga yang beralasan punya anak yatim di rumah dan tunggakan utang yang terlalu tinggi sehingga gaji yang diterimanya sampai 0 (habis). Namun secara keseluruhan hampir semua aparatur ikut program ini, tapi yah ada beberapa juga yang belum ikut," ujar Ismail. (faf)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved