Mustofa Nahrawardaya Pernah Diingatkan Polisi Soal Dampak Sebarkan Hoaks, tapi Tak Kapok Juga

PENETAPAN tersangka penyebaran berita bohong Mustofa Nahrawardaya, bukan dilakukan tanpa sebab atau mengada-ada.

Mustofa Nahrawardaya Pernah Diingatkan Polisi Soal Dampak Sebarkan Hoaks, tapi Tak Kapok Juga
istimewa
Penangkapan Mustofa Nahrawardaya 

PENETAPAN tersangka penyebaran berita bohong Mustofa Nahrawardaya, bukan dilakukan tanpa sebab atau mengada-ada.

Wakil Direktur Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Rickynaldo Chairul mengatakan, aktivitas Koordinator Relawan IT Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subiato-Sandiaga Uno di media sosial, sudah lama dipantau aparat.

Bahkan, menurutnya pihak kepolisian sudah pernah memanggil Mustofa Nahrawardaya untuk diajak berbincang mengenai dampak negatif, bila terus menerus menyebarkan berita bohong.

Ternyata Ada Upaya Menjarah Pusat Perbelanjaan dan Permukiman Warga Keturunan Saat Aksi 22 Mei

“Akun-akun miliknya seperti @tofa dan @tofalemontoga di Twitter sudah lama kami pantau,” ungkap Ricky dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (28/5/2019).

Bahkan, lanjutnya, yang bersangkutan pernah diundang untuk berkomunikasi, dan polisi menyampaikan dampak apa yang bisa ditimbulkan akibat terus menerus menyebarkan berita bohong.

Ricky menyayangkan upaya preventif yang dilakukan Polri tidak membekas sama sekali terhadap Mustofa Nahrawardaya, dan bahkan yang bersangkutan masih terus menyebarkan berita bohong.

237 Polisi Terluka Saat Kerusuhan Aksi 22 Mei, Ada yang Giginya Rontok Hingga Engsel Tangan Lepas

“Karena apa yang disampaikannya meresahkan masyarakat, maka kami melakukan penangkapan terhadap yang bersangkutan berdasarkan laporan dari masyarakat,” tegas Dedi.

Mustofa Nahrawardaya ditangkap pada 26 Mei 2019 sekitar pukul 03.00 WIB di kawasan Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten.

Dalam penangkapan itu, polisi juga menyita dua satu ponsel hitam merek ASUS sekaligus simcard, lalu satu ponsel Samsung silver yang juga beserta simcard, di mana kedua ponsel itu milik Mustofa Nahrawardaya.

Ini Tujuan Prabowo Subianto ke Dubai, Anak Buahnya Tak Tahu Kapan Sang Capres Kembali

Mustofa Nahrawardaya disangka melanggar Pasal 45 ayat 2 juncto Pasal 28 ayat 2 Undang-undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved