Berita Video

Polisi Tunjukkan Senjata Api Laras Panjang dan Pendek untuk Bunuh Tokoh Nasional dan Lembaga Survei

para tersangka awalnya menerima perintah untuk membunuh empat tokoh nasional dan satu pimpinan lembaga survei.

Polisi Tunjukkan Senjata Api Laras Panjang dan Pendek untuk Bunuh Tokoh Nasional dan Lembaga Survei
Kompas TV
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen M Iqbal menunjukkan senjata api 

Polisi mengungkap sekelompok orang yang menunggangi aksi unjuk rasa menolak hasil Pilpres 2019, di Jakarta, pada 21-22 Mei 2019 lalu.

Enam orang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dari kelompok tersebut, Kepolisian menyita empat senjata api ilegal.

Dua senpi diantaranya rakitan.

Rincian barang bukti yang disita, yakni :

1. Sepucuk pistol jenis revolver taurus kaliber 38 dan dua box peluru kaliber 38 berjumlah 39 butir.

2. Sepucuk pistol jenis Major kaliber 52 dan sebuah magazine serta lima butir peluru

3. Sepucuk senpi laras panjang rakitan kaliber 22

4. Sepucuk senpi laras pendek rakitan kaliber 22

Keempat senpi tersebut ditunjukkan dalam jumpa pers bersama di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (27/5/2019).

Enam orang sudah ditetapkan sebagai tersangka, yakni HK, AZ, IR, TJ, AD, dan AF.

VIDEO: Kondisi Terkini di Depan Bawaslu, Akses Jalan MH Thamrin Dibuka untuk Kendaraan

Kepala Divisi Humas Polri Irjen M Iqbal memaparkan, para tersangka awalnya menerima perintah untuk membunuh empat tokoh nasional dan satu pimpinan lembaga survei.

Namun, ia tidak mau mengungkap identitas kelima orang tersebut.

VIDEO: Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya Jenguk Aparat yang Jadi Korban Kerusuhan 22 Mei

Selain itu, HK sebagai pemimpin kelompok juga berada di tengah kerumunan massa pendemo saat aksi 21 Mei.

Saat itu, ia membawa senpi revolver. Kepolisian masih mendalami kasus tersebut. Penyidik sudah mengantongi identitas orang yang memerintahkan HK.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polri Tunjukan 4 Senjata Api Ilegal Milik Kelompok Penunggang Aksi 22 Mei",

Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved