Mukjizat Antarkan Anastasia Clara Tjia Dibaptis Paus Fransiskus

Pada Desember 2018, seorang suster memberi tahu, permintaannya untuk dibaptis Paus diterima. Dia seolah tidak percaya dengan kabar itu.

Mukjizat Antarkan Anastasia Clara Tjia Dibaptis Paus Fransiskus
dokpri anastasia clara tjia
Anastasia Clara Tjia Saat Dibaptis Oleh Paus Fransiskus, Pada Perayaan Paskah 2019 Di Vatikan.

WARTA KOTA, PALMERAH  -------  Ini mungkin pengalaman hidup terindah dan tak akan terlupakan yang dialami oleh Anastasia Clara Tjia, betapa tidak, wanita asal Surabaya penganut Katolik ini tanpa menduga sebelumnya berkesempatan dibaptis oleh Paus Fransiskus, pada perayaan Paskah 2019 lalu di Vatikan.

“Sebelumnya saya tidak menduga sama sekali, puji syukur betapa bahagianya hati ini karena tidak semua orang punya kesempatan seperti ini seumur hidupnya, bisa dibaptis oleh Paus Fransiskus, bagi saya ini merupakan sebuah mukjizat dan jawaban atas doa doa yang dipanjatkan suami saya", kata Vivi, panggilan akrabnya, Senin (27/5/2019) di Jakarta.

Vivi mengisahkan, peristiwa in terjadi atas usaha suaminya yang rajin membaca doa Rosario setiap hari tanpa henti selama 30 tahun.

Disebutkan olehnya, bahwa dalam doa Rosario yang dipanjatkan, suaminya, Andreas Andiono, memohon kepada Bunda Maria agar suatu saat nanti Vivi bisa dibaptis.

“Saya yakin dan percaya, inilah jawaban atas doa Rosario suami saya dan ternyata Bunda Maria telah memberi lebih apa yang diharapkan suami saya, bagi saya ini sebagai sebuah anugerah yang luar biasa sekali, karena saya justeru mendapat kesempatan dibaptis Paus Fransiskus", ujarnya.

Dijelaskan olehnya, dari delapan orang yang dibaptis oleh Paus Fransiskus saat itu, Vivi menjadi satu-satunya orang Indonesia.

“Dari informasi yang saya dapatkan, belum ada orang Indonesia yang dibaptis oleh Paus, pada masa 12 tahun terakhir ini”, tutur wanita kelahiran Makassar ini.

Vivi mengenal Katolik sudah cukup lama dari suaminya, Andreas Andiono, yang dikenal sebagai seorang penganut Katolik yang taat.

Pada April 2017, Vivi menyatakan keinginannya untuk mendalami agama Katolik supaya bisa dibaptis pada 2018, tapi karena persyaratan katekumenat belum mencukupi, akhirnya rencana itu ditunda hingga 2019.

Akhirnya ada kabar gembira dari seorang suster pada Desember 2018, yang mengabarkan bahwa permintaan Vivi untuk dibaptis oleh Paus diterima, mendengar hal tersebut Vivi mengaku sempat tak percaya dengan kabar itu dan setelah dibaptis Vivi merasa sering mendapatkan mukjizat.

“Saat ini saya merasa hidup saya ini menjadi lebih baik dan bermakna untuk sesama”, ungkapnya.

Penulis: Nur Ichsan
Editor: M Nur Ichsan Arief
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved