Kuasa Hukum Duga Akun Twitter Mustofa Nahrawardaya Diretas, Minta Polisi Lakukan Uji Forensik IT

Djudju Purwantoro mengaku memprotes penahanan Mustofa Nahrawardaya dan penetapannya sebagai tersangka.

Kuasa Hukum Duga Akun Twitter Mustofa Nahrawardaya Diretas, Minta Polisi Lakukan Uji Forensik IT
istimewa
Penangkapan Mustofa Nahrawardaya 

"Karena diduga akun Mustofa sudah diretas oleh pihak lain dan malah postingan-postingan tersebut dijadikan sebagai bukti-bukti seperti yang disampaikan oleh penyidik," tutur Djudju Purwantoro .

Sebelumnya, Mustofa Nahrawardaya ditangkap petugas Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri di rumahnya di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Minggu (26/5/2019) sekira pukul 03.00.

Fadli Zon Bilang 51 Bukti Termasuk Tautan Berita yang Dilampirkan Prabowo-Sandi ke MK Cuma Pengantar

Ia langsung dibawa ke Bareskrim Polri dan ditetapkan sebagai tersangka kasus ujaran kebencian dan pemberitaan bohong lewat media elektronik.

Hal itu karena Mustofa Nahrawardaya terbukti telah menyebarkan video tayangan anggota Brimob memukuli perusuh di aksi 22 Mei dengan narasi dan tulisan yang dianggap hoaks dan menimbulkan keonaran.

Djudju Purwantoro Purwantoro mengatakan, meski diamankan sejak dini hari, pemeriksaan terkait materi yang dilakukan penyidik terhadap Mustofa Nahrawardaya, baru intensif mulai dilakukan sejak pukul 15.30.

Siapa Empat Pejabat Negara yang Jadi Target Pembunuhan? Polisi Pastikan Bukan Presiden

Sebab kata Djudju Purwantoro , kliennya mengaku sakit dan meminta istirahat, begitu diamankan di Bareskrim Polri.

"Sehingga pemeriksaan terhadap klien saya berlangsung lambat. Malam ini masih berlangsung, karena tadi pun sempat break buka puasa. Jadi memang kondisi kesehatannya belum terlalu pulih dari penyembuhan," papar Djuju saat dikonfirmasi Wartakotalive.com, Minggu (26/5/2019) malam.

Menurutnya, dalam pemeriksaan awal, penyidik baru mengonfirmasi soal identitas dan beberapa hal lainnya yang belum masuk ke materi perkara.

Satu dari Enam Tersangka Baru Sempat Berbaur dengan Massa Aksi 22 Mei Sambil Kantongi Revolver

Djudju Purwantoro menjelaskan, Mustofa Nahrawardaya ditangkap polisi berdasar laporan seseorang atas postingan video yang dilakukan Mustofa Nahrawardaya di akun Twitternya pada 24 Mei.

"Pelapor melaporkannya 25 Mei. Tapi tidak jelas siapa pelapornya dan tak ada di surat penangkapan. Sehingga dia ditangkap atas laporan seseorang yang tidak terlalu jelas siapa pelapornya," beber Djudju Purwantoro .

Halaman
1234
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved