Kuasa Hukum Duga Akun Twitter Mustofa Nahrawardaya Diretas, Minta Polisi Lakukan Uji Forensik IT

Djudju Purwantoro mengaku memprotes penahanan Mustofa Nahrawardaya dan penetapannya sebagai tersangka.

Kuasa Hukum Duga Akun Twitter Mustofa Nahrawardaya Diretas, Minta Polisi Lakukan Uji Forensik IT
istimewa
Penangkapan Mustofa Nahrawardaya 

ANGGOTA Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Mustofa Nahrawardaya ditetapkan sebagai tersangka kasus ujaran kebencian dan berita bohong lewat media elektronik, serta ditahan pihak kepolisan sejak Senin (27/5/2019).

Mustofa Nahrawardaya memastikan akan mengajukan penangguhan penahanan.

Hal itu diungkapkan kuasa hukum Mustofa Nahrawadaya, Djudju Purwantoro kepada Wartakotalive.com, Senin sore.

Permadi: Revolusi yang Saya Maksud Revolusinya Bung Karno

Surat penangguhan penahanan, kata Djudju Purwantoro akan dilayangkannya ke Bareskrim Polri, Selasa (28/5/2019).

"Selasa besok, kami akan segera mengajukan penangguhan penahanannya," kata Djudju Purwantoro .

Djudju Purwantoro menjelaskan, setelah menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri sejak Minggu (26/5/2019) sore hingga Senin (27/5/2019) dini hari, Mustofa Nahrawardaya akhirnya ditahan pihak kepolisan.

Fadli Zon Masih Yakin Peserta Aksi 22 Mei Bukan Demonstran Bayaran

"Tadi pagi sekira jam 02.30 sudah dilakukan penahanan oleh Cybercrime Mabes," ujar Djudju Purwantoro.

Djudju Purwantoro mengaku memprotes penahanan Mustofa Nahrawardaya dan penetapannya sebagai tersangka kasus dugaan ujaran kebencian dan pemberitaan bohong lewat media elektronik.

Sebab, kata dia, tidak ada uji forensik IT terkait cuitan di akun Twitter Mustofa Nahrawardaya, yang membuatnya dijerat sebagai tersangka.

Fadli Zon: Demonstrasi di Negara Demokrasi Tidak Boleh Mematikan Orang

Sebagai tersangka, kata Djudju Purwantoro, Mustofa Nahrawardaya diperiksa dan langsung ditahan dalam proses kurang dari 24 jam, tanpa dilakukan uji forensik IT tentang postingan video Mustofa Nahrawardaya di Twitter, hingga ia dijerat UU ITE Nomor 19/2016.

Halaman
1234
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved