Dibekuk Polisi Dinihari, Mustofa Nahrawardaya Baru Diperiksa Sore Hari, Karena Sakit

Mustofa Nahrawardaya ditangkap petugas Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri di rumahnya di kawasan Bintaro

Dibekuk Polisi Dinihari, Mustofa Nahrawardaya Baru Diperiksa Sore Hari, Karena Sakit
istimewa
Penangkapan Mustofa Nahrawardaya 

Anggota Badan Pemenangan (BPN) Prabowo-Sandi, Mustofa Nahrawardaya ditangkap petugas Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri di rumahnya di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Minggu (26/5/2019) dinihari sekira pukul 03.00.

Ia langsung dibawa ke Bareskrim Polri dan ditetapkan tersangka kasus ujaran kebencian dan pemberitaan bohong lewat media elektronik sesuai.

Hal itu karena Mustofa terbukti telah menyebarkan video tayangan anggota Brimob memukuli perusuh di aksi 22 Mei dengan narasi dan tulisan yang dianggap hoaks dan menimbulkan keonaran.

Kuasa Hukum Mustofa Nahra, Djudju Purwantoro mengatakan meski diamankan sejak dinihari, pemeriksaan terkait materi yang dilakukan penyidik terhadap Mustofa baru intensif mulai dilakukan sejak pukul 15.30.

Sebab kata Djudju, kliennya mengaku sakit dan meminta istirahat begitu ia diamankan di Bareskrim Polri.

"Sehingga pemeriksaan terhadap klien saya berlangsung lambat. Malam ini masih berlangsung, karena tadi pun sempat break buka puasa. Jadi memang kondisi kesehatannya belum terlalu pulih dari penyembuhan," kata Djuju saat dikonfirmasi Warta Kota, Minggu (26/5/2019) malam.

Menurutnya dalam pemeriksaan awal penyidik baru mengonfirmasi soal identitas dan beberapa hal lainnya yang belum masuk ke materi perkara.

Djudju menjelaskan Mustofa Nahra ditangkap polisi berdasar laporan seseorang atas postingan video yang dilakukan Mustofa di twitternya pada 24 Mei.

"Pelapor melaporkannya 25 Mei. Tapi tidak jelas siapa pelapornya dan tak ada di surat penangkapan. Sehingga dia ditangkap atas laporan seseorang yang tidak terlalu jelas siapa pelapornya," kata Djudju.

Namun ia memastikan kliennya akan koperatif pada penyidik dan berharap tidak ada penahanan meski telah ditetapkan tersangka.

Halaman
123
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Murtopo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved