Warga Depok yang Blokir Jalan ke Kecamatan Limo dan Mengaku Pemilik Tanah Lapor Polisi

"Pembongkaran ini dilakukan karena pagar beton itu menghambat aktivitas warga maupun pemerintahan

Warga Depok yang Blokir Jalan ke Kecamatan Limo dan Mengaku Pemilik Tanah Lapor Polisi
Warta Kota
Spanduk warga minta bongkar blokir jalan ke Kecamatan Limo 

Suganda (55), warga yang mengaku sebagai pemilik lahan akses jalan menuju kantor Kecamatan Limo, Kota Depok, melaporkan Camat Limo Zainuddin ke Polda Metro Jaya.

Laporan itu dilayangkan Suganda ke Polda Metro Jaya, Jumat (24/5/2019) malam, menyusul pembongkaran drum berisi beton cor yang dipimpin oleh Zainuddin, pagi harinya. Terlapor tercatat atas nama Zainuddin dkk.

Suganda merasa Zainuddin bertanggung jawab atas pembongkaran drum beton yang dia dirikan untuk memblokir akses kendaraan roda empat menuju kantor kecamatan.

"Jumat pagi kan dibongkar tanpa sepengetahuan saya, malamnya langsung saya lapor ke Polda Metro Jaya dengan perkara pengerusakan properti milik saya," ujar Suganda kepada Warta Kota di dekat lokasi pembongkaran, Jalan Limo Raya, Kecamatan Limo, Kota Depok, Minggu (26/5/2019).

Akses jalan menuju kantor Kecamatan Limo di Jalan Limo Raya, Kota Depok, yang terhalang akhirnya dibongkar, Jumat (24/5/2019).
Akses jalan menuju kantor Kecamatan Limo di Jalan Limo Raya, Kota Depok, yang terhalang akhirnya dibongkar, Jumat (24/5/2019). (Wartakotalive.com/Gopis Simatupang)

Laporan Suganda terdaftar bernomor LP/3240/V/2019/PMJ/Dit Reskrimum yang diterima dan ditandatangani oleh perwira SPKT Polda Metro Jaya, Komisaris Deti Juliawati.

Sebagai pemilik lahan yang sah secara hukum, Suganda merasa dizalimi atas pengerusakan pagar beton cor yang dia dirikan. Apalagi, meski memblokir, dia masih menyisakan lahan untuk masuk-keluar sepeda motor.

"Saya sudah dari dulu minta penjelasan kepada Pemkot, kenapa lahan saya diserobot untuk akses ke kantor kecamatan. Tapi jawabannya enggak pernah memuaskan," bilang Suganda.

Tujuh Tuntutan BPN Prabowo Sandi, Pemilu Ulang Hingga Prabowo Menang

"Tahun lalu waktu komunikasi sama Bu Nina (Kepala Badan Keuangan Daerah Kota Depok, Nina Suzana--Red), dia malah minta lahan saya dihibahkan saja. Lalu saya bilang, kalau begitu tanahnya Bu Nina hibahkan aja ke saya. Dia diam saja," ungkapnya.

Suganda menuturkan, dia terpaksa menempuh jalur hukum karena selama ini dia menilai pihak Pemkot Depok tidak punya itikad baik.

"Kalau ada tawar-menawar lahan untuk dibebaskab kan jelas, berarti ada itikad baik. Ini enggak ada. Tahu-tahu diserobot begitu aja lahan saya," ujarnya.

VIDEO: Ditanya Soal Kasus Haji Menteri Agama, Rommy P3 Bilang Tunggu Lailatul Qodar

Halaman
123
Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved