Pilpres 2019

TERBONGKAR, Unggahan Ilustrasi Foto Presiden Jokowi di Sejumlah Media Asing Ternyata Hoaks

Masyarakat, terutama para pengguna internet atau netizen, kembali digemparkan oleh beberapa foto atau gambar Presiden Jokowi di sejumlah media asing.

Photograph by Adam Fergusaon for TIME
Cover Majalah TIME yang asli (kiri) yang hoax (kanan) 

Masyarakat, terutama para pengguna internet atau netizen, kembali digemparkan oleh beberapa foto atau gambar Presiden Jokowi di sejumlah media asing.

SATU media asing terbitan Amerika Serikat, dua lainnya terbitan Australia.

Namun, ketiga media asing tersebut pada intinya "menyerang" calon presiden 01 Joko Widodo alias Jokowi.

Dalam beberapa hari ini marak beredar di media sosial informasi yang mengaitkan reaksi media di luar negeri terkait penanganan aksi demonstrasi Aksi 22 Mei 2019 oleh pemerintah.

Sejumlah gambar yang disebarkan tersebut antara lain halaman muka koran The Courier-Mail Australia, halaman muka koran Herald Sun Australia dan juga Majalah TIME  dari Amerika Serikat.

 PENGAKUAN Pria Sebar Hoaks Ada Brimob dari China yang Kini Dihukum Maksimal 6 Tahun Penjara

 PRABOWO MENGGUGAT, Ketua MK 2008-2013: MK Bisa Alihkan Suara Paslon & Tentukan Pemenang Pilpres 2019

 Kubu Jokowi Bilang Bambang Widjojanto Bisa Wujudkan Ambisi Prabowo karena Alasan Ini

 BPN Siap Rekonsiliasi tapi Tetap Ingin Jokowi Didiskualifikasi dan Prabowo Dilantik Jadi Presiden

Unggahan terkait halaman muka koran The Courier-Mail dari Australia, mengilustrasikan foto Presiden Joko Widodo dengan tangan yang berlumuran darah. 

Dalam unggahan tersebut dinarasikan reaksi media Australia tersebut berkaitan dengan penanganan aksi demonstrasi pada 22 Mei 2019.

Sementara unggahan yang menggunakan cover depan koran Herald Sun menggambarkan sketsa wajah Presiden Joko Widodo dengan judul "Portrait of a Killer" , juga dinarasikan dalam unggahan itu terkait dengan timbulnya korban meninggal dalam aksi demonstrasi di depan Bawaslu RI pada 22 Mei 2019 tersebut.

Dan unggahan yang terakhir adalah cover majalah TIME yang memuat foto Presiden Joko Widodo dengan tulisan " A New Hopeless".

Klaim    : Sejumlah media luar negeri memberikan reaksi negatif atas pemerintahan Presiden Joko Widodo terutama setelah terjadi aksi demonstrasi 22 Mei 2019

Rating   : Salah/Disinformasi

Penjelasan :

Dari penulusuran yang dilakukan oleh ANTARA, koran The Courier-Mail dari Australia memang menampilkan cover foto Presiden Jokowi dengan ilustrasi tangan yang berlumuran darah pada edisi 29 April 2015 sebagai reaksi mereka atas keputusan pemerintah Indonesia untuk melaksanakan hukuman mati bagi warga negara Australia yang dipidana karena kasus narkotika dan obat-obatan terlarang.

Tak hanya The Courier-Mail, sejumlah media Australia lainnya juga memberikan reaksi atas keputusan pemerintah Indonesia melaksanakan hukuman mati bagi warga Australia yang dikenal dengan Bali Nine.

Untuk cover koran Herald Sun Australia, yang menampilkan sketsa wajah Presiden Joko Widodo dengan tulisan "Portrait of a Killer" , juga merupakan reaksi media tersebut atas keputusan pemerintah Indonesia mengeksekusi mati terpidana mati berkewarganegaraan Australia . 

 Luhut Binsar Pandjaitan Sebut Nama Prabowo Subianto Bisa Rusak di Mata Dunia Karena Lakukan Hal Ini

 Peneliti LIPI: Aparat Kita Terlalu Baik Hadapi Perusuh Aksi 22 Mei

 Beredar Rekaman CCTV Pembagian Amplop kepada Para Perusuh Aksi 22 Mei, Ada Ambulans Partai Gerindra

 Ini Peran Andri Bibir Saat Kerusuhan Aksi 22 Mei, Polisi Tegaskan Tak Pukuli Anak Hingga Tewas

Cover tersebut diterbitkan oleh Herald Sun pada 30 April 2015.

Dengan demikian ilustrasi halaman muka koran The Courier-Mail dan koran Herald Sun dari Australia tersebut tidak ada kaitannya dengan reaksi atas  aksi demonstrasi pada 22 Mei 2019.

Sedangkan cover majalah TIME, dari penelusuran yang dilakukan, majalah tersebut menerbitkan edisi dengan cover wajah Presiden Joko Widodo pada 16 Oktober 2014 atau beberapa hari sebelum pelantikan Joko Widodo sebagai Presiden RI yang ke-7 pada 20 Oktober 2014.

Yang benar cover TIME menuliskan judul "A New Hope" bukan "A New Hopeless".  (Antara)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved