Bulan Suci Ramadan

Selama Bulan Puasa, Sampah Warga Jakarta Barat Meningkat 300 Kilogram Per Hari

Kemudian satu minggu setelah puasa, sampah meningkat menjadi 1,7 ton per harinya,” ujar Edy, Minggu (26/5).

Selama Bulan Puasa, Sampah Warga Jakarta Barat Meningkat 300 Kilogram Per Hari
Wartakotalive.com/Muhammad Azzam
ilustrasi TPA 

Momen Bulan Ramadan nyatanya membuat jumlah sampah yang dihasilkan warga Jakarta Barat mengalami peningkatan. Kondisi itu diakibatkan banyaknya makanan sisa yang dihasilkan selama bulan Ramadan. 

Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Barat Edy Mulyanto mengatakan sampah yang dihasilkan warga selama bulan puasa meningkat. Perubahan itu terlihat dari data yang dihimpun sebelum bulan puasa hingga minggu pertama Ramadan. 

“Jumlah tonase sampah satu minggu sebelum Ramadan 1,4 ton per harinya. Kemudian satu minggu setelah puasa, sampah meningkat menjadi 1,7 ton per harinya,” ujar Edy, Minggu (26/5). 

Dua Ribuan Orang Mudik Gratis Naik Kereta Api, Berangkat dari Pasar Senen Malam Ini

Edy menjelaskan, sampah yang meningkat tersebut kebanyakan berasal dari warga yang berpuasa tapi tidak menghabiskan makanannya. Sehingga otomatis dibuang dan menjadi sampah keesokan harinya. 

“Biasanya kan pas berbuka ada banyak makanan, tapi kenyataannya hanya minum teh manis sama gorengan berapa biji udah kenyang. Akhirnya makanan itu nggak dimakan, dan otomatis jadi sampah keesokan harinya karena sudah rusak,” tuturnya. 

Berdasarkan data yang ada, tren tersebut diperkirakan akan menurun pada minggu-minggu setelahnya.

Bahkan pada minggu terakhir Ramadan, jumlah tonase sampah yang dihasilkan diprediksi lebih rendah dibanding hari-hari biasanya. 

VIDEO: Mudik Gratis Kereta Api Mulai Berangkat Hari Ini

“Minggu terakhir kan orang pada mudik, warga Jakarta berkurang separuhnya. Kan yang mempengaruhi banyak sedikitnya sampah adalah jumlah penduduk,” jelasnya. 

Sementara itu Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Jafar Mukhlisin mengatakan penyebab jumlah sampah warga DKI Jakarta meningkat ialah konsumsi warga yang cukup besar saat berbuka puasa. 

“Sepertinya, hal itu karena saat berbuka orang makannya jadi banyak yah,” ujarnya.

VIDEO: Laskar FPI Sempat Ditangkap Polisi Terkait Kerusuhan, Dibebaskan Karena Cuma Ikut-Ikutan

Jafar juga memastikan tidak ada pengurangan frekuensi pengangkutan sampah dari permukiman ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) di Bantar Gebang, Bekasi selama bulan Ramadan. 

“Tidak ada pengurangan dalam pengangkutan sampah. Ini supaya masyarakat juga nyaman dalam menjalankan ibadah puasa karena lingkungannya bersih,” tutupnya. (jhs)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved