Heboh Running Text

HEBOH Running Text SPBU Hina Jokowi dan Megawati, Enam Orang Diperiksa Polisi

"Kami masih mendalaminya semua. Ancaman pidana, UU mengenai penghinaan kepala negara bisa digunakan. Sampai sore ini, ada 6 orang yang diperiksa

HEBOH Running Text SPBU Hina Jokowi dan Megawati, Enam Orang Diperiksa Polisi
@twitter
Presiden Jokowi dan Megawati Soekarnoputri menjadi objek hinaan di sebuah SPBU di Medan, Sumatera Utara. 

Presiden Jokowi dan Megawati Soekarnoputri menjadi objek hinaan di sebuah SPBU di Medan, Sumatera Utara.

Nama Jokowi dan Megawati muncul di papan display harga atau totem di SPBU tersebut, diikuti kalimat hinaan yang sangat kasar.

Satu diantaranya yang familiar adalah menyebut Jokowi sebagi Cina dan komunis.

Barcelona Gagal di Final Copa del Rey, Dikalahkan Valencia 1-2

Apa Arti Pelukan Cornelia Agatha ke Maudy Koesnady Setelah Melihat Pertama Kali Si Doel The Movie 2?

Diguguat BPN Prabowo-Sandi, Tim Kuasa Hukum KPU: Siapapun Penggugatnya, Biasa Aja

Kalimat hinaan itu diketahui pada Kamis (23/5/2019) malam.

Di display SPBU itu, tiba-tiba muncul running text yang berisi kalimat hinaan kepada Presiden RI Joko Widodo dan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri di bawah daftar harga terbaru bahan bakar minyak yang dijual.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Jericho Lavian mengatakan, kasus itu terjadi di sebuah SPBU di Pasar III Marelan, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan.

Running text muncul sekitar pukul 22.00 WIB.

Suasana di SPBU di Pasar III Marelan, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, tadi pagi, Sabtu (25/5/2019). Di SPBU ini pada Kamis malam (23/5/2019) terjadi kehebohan dengan munculnya running text menghina presiden. Polres Belawan saat ini sudah memanggil 6 saksi.
Suasana di SPBU di Pasar III Marelan, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, tadi pagi, Sabtu (25/5/2019). Di SPBU ini pada Kamis malam (23/5/2019) terjadi kehebohan dengan munculnya running text menghina presiden. Polres Belawan saat ini sudah memanggil 6 saksi. (KOMPAS.com/Dewantoro)

Saat itu, warga yang mengetahuinya langsung heboh lalu merekamnya. Video rekaman warga lalu viral di media sosial.

Papan display langsung dimatikan setelah diketahui satpam sekitar satu menit kemudian.

"Ini dugaan (dilakukan) orang lain di luar SPBU. Karena papan videotronnya itu kemarin kami cek dengan teknisi IT dari Pertamina bisa diubah dengan HP bagi yang tahu," katanya saat dikonfirmasi, Sabtu (25/5/2019).

Halaman
1234
Editor: Wito Karyono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved