Pemilu 2019

TERUNGKAP, Video Viral Brimob Aniaya Anak Hingga Tewas Saat Aksi 22 Mei Ternyata Hoaks

Polri memastika, video viral di media sosial berisi sejumlah polisi berseragam hitam yang menganiaya anak dan dikabarkan hingga tewas adalah hoaks.

TERUNGKAP, Video Viral Brimob Aniaya Anak Hingga Tewas Saat Aksi 22 Mei Ternyata Hoaks
Warta Kota/Budi Sam Lau Malau
Karo Penmas Divisi Humas Polri BrigjenDedi Prasetyo memastikan bahwa narasi di rekaman video itu adalah hoaks atau bohong karena tidak sesuai fakta yang terjadi. 

Polri memastikan bahwa video viral di media sosial berisi sejumlah.anggota polisi berseragam hitam yang menganiaya seorang anak dan dikabarkan hingga tewas adalah berita bohong atau hoaks.

DALAM narasi di rekaman video itu menyebutkan yang menganiaya anak itu adalah anggota Brimob dan terjadi di Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat saat aksi 22 Mei lalu.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, memastikan bahwa narasi di rekaman video itu adalah hoaks atau bohong karena tidak sesuai fakta yang terjadi.

"Jadi, tidak benar kalau korban adalah anak 16 tahun. Tidak benar anak dalam video tersebut meninggal," kata Dedi saat dikonfirmasi, Sabtu (25/5/2019).

Dedi menyebutkan, video viral dan narasinya itu seolah-olah kejadian mengakibatkan korban meninggal dunia akibat tindakan aparat.

 VERSI IPW Ada Enam Dalang Kerusuhan 22 Mei, Ada Pensiun Jendral, Ada Tokoh Preman, dan Juga Kyai

 Pesan Ustaz Arifin Ilham untuk Menjaga Ketiga Istri Pada Putranya, Persatuan Saat Pilpres Memanas

 PRABOWO MENGGUGAT, Ketua MK 2008-2013: MK Bisa Alihkan Suara Paslon & Tentukan Pemenang Pilpres 2019

 Ali Ngabalin Tuduh Fadli Zon dan Amien Rais Provokator Kerusuhan 22 Mei, Begini Tanggapan Fadli Zon

"Ternyata pada kenyataannya orang yang dalam video tersebut adalah pelaku perusuh yang sudah kita amankan atas nama A alias Andri Bibir, dan usianya tidak di bawah umur," kata Dedi.

Karenanya Dedi memastikan video viral itu hoaks.

Dedi menjelaskan, saat kerusuhan dalam aksi 22 Mei, Andri menyiapkan berbagai peralatan terutama batu, yang digunakan untuk melakukan kerusuhan dan penyerangan terhadap petugas.

"Batu disiapkan tersangka Andri Bibir untuk digunakan rekan-rekannya yang demo. Jadi demo saat itu tidak spontan, atau artinya sudah direncanakan untuk menciptakan kerusuhan," kata Dedi.

Selain itu tambahnya, tersangka Andri juga menyiapkan jerigen berisi air agar teman-temannya yang terkena gas air mata bisa cuci muka dengan air di jerigen untuk menghilangkan efek gas air mata.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved