Berita Bekasi

Pasar Bintara Bekasi Surati PT KAI, Sejak Penutupan Perlintasan Pembeli Jadi Sepi

Pihak pasar berharap ada solusi dari pemerintah pusat karena sejak perlintasan sebidang ditutup,

Pasar Bintara Bekasi Surati PT KAI, Sejak Penutupan Perlintasan Pembeli Jadi Sepi
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Perlintasan sebidang kereta di Stasiun Cakung, Jakarta Timur ditutup, Senin (12/5/201). 

Pasar Bintara Bekasi Surati KAI Terkait Penutupan Perlintasan Sebidang Cakung

Unit Pasar Bintara Bekasi Barat, Kota Bekasi telah melayangkan surat kepada PT Kereta Api Indonesia (KAI) terkait penutupan perlintasan kereta api sebidang Stasiun Cakung beberapa waktu lalu.

Pihak pasar berharap ada solusi dari pemerintah pusat karena sejak perlintasan sebidang ditutup, pasar menjadi sepi pembeli yang mayoritas berasal dari warga Pulogebang, Kecamatan Cakung.

Ditargetkan Penutupan 20 Perlintasan Sebidang dengan Sebanyak Dua Batal dan Empat Menyusul

"Suratnya belum ada respon, permintaan kami hanya ingin PT. KAI menyediakan jalan untuk sepeda motor atau flyover agar masyarakat Pulogebang mau pun warga Bintara bisa melakukan aktivitas seperti biasa di pasar," kata Kepala Unit Pasar Bintara Ahmad Supriatna kepala Wartakotalive.com, Sabtu (25/5/2019).

Ahmad mengatakan, sebagai program pemerintah pusat, sebetulnya dia mendukung penutupan itu demi keselamatan masyarakat.

Dishub DKI: Penutupan Perlintasan Pasar Enjo dan Cakung untuk Minimalkan Korban Tertabrak Kereta

Namun dia berharap, diberikan solusi apalagi penutupannya tidak melibatkan masyarakat terutama pedagang pasar melalui sosialisasi.

"Kita hanya melihat dari spanduk saja, yah seharusnya kita dilibatkan sehingga mereka tahu apa yang kita inginkan dan juga tidak merugikan para pedagang mau pun warga sekitar," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas 1 Wilayah Jakarta-Banten (BTPWJB) Kementerian Perhubungan, Jumardi mengatakan penutupan perlintasan tersebut merupakan upaya untuk melindungi masyarakat dari bahaya kecelakaan tertabrak kereta api yang melintas.

Apalagi frekuensi kereta yang melintas di wilayah setempat lebih tinggi seiring dengan beroperasinya jalur dwiganda atau double-double track (DDT) sejak 12 April lalu.

"Ada perubahan grafik perjalanan kereta api (gapeka) di bulan Oktober nanti, sehingga frekuensi kereta lebih tinggi. Karena itu, demi mendukung keselamatan perjalanan operasional kereta dan masyarakat yang melintas, maka perlintasan sebidang ini ditutup," kata Jumardi saat dihubungi beberapa waktu lalu.

Halaman
12
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved