Pilpres 2019

BPN Prabowo-Sandi Duga Pemerintah Ketularan Tiongkok Batasi Media Sosial

Andre Rosiade menyebut pemerintahan Presiden Jokowi sangat parno menyikapi situasi yang terjadi akhir-akhir ini.

BPN Prabowo-Sandi Duga Pemerintah Ketularan Tiongkok Batasi Media Sosial
(KOMPAS.com/Devina Halim)
Wakil Sekjen Partai Gerindra Andre Rosiade saat menemui wartawan setelah acara diskusi di Gedung KOMINFO, Jakarta Pusat, Selasa (14/8/2018). 

POLITIKUS Partai Gerindra Andre Rosiade menyebut pemerintahan Presiden Jokowi sangat parno menyikapi situasi yang terjadi akhir-akhir ini.

Pertama, karena adanya pembatasan media sosial hingga WhatsApp, agar tidak terjadi penyebaran konten hoaks terkait aksi 22 Mei.

Kedua, karena tim hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi mengalami kesulitan saat hendak mendaftarkan sengketa Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK) pada Jumat (24/5/2019) malam.

Pemerintah Akhiri Pembatasan Media Sosial, Foto dan Video di Linimasa Kini Muncul Lagi

"Tadi malam kami sudah datang sampaikan gugatan ke MK, ini membuktikan langkah Prabowo-Sandi itu langkah konstitusional," ‎ucap Andre Rosiade dalam diskusi bertema MK adalah Koentji, Jakarta, Sabtu (25/5/2019).

"Rezim ini rezim paranoid, parno. Jalan ditutup di mana-mana, padahal ada aparat dimana-mana," sambungnya.

"Bayangkan, berapa tahun kita berjuang untuk mendapatkan reformasi dengan sulit? Tiba-tiba ada rezim yang panik dan takut kehilangan kekuasaan," tegas Andre Rosiade.

Kubu Jokowi Yakin Tak Ada yang Bisa Kalahkan Prabowo Jika Kembali Maju di Pilpres 2024

Andre Rosiade juga mengkritisi langkah pemerintah yang membatasi media sosial, hingga membuat para UMKM menjerit dan bisnis online ambruk.

"Mungkin pemerintah keseringan kerja sama dengan Tiongkok, jadi ketularan membatasi media sosial," paparnya.

Sebelumnya diberitakan Wartakotalive.com, Kementerian Komunikasi dan Informatika akhirnya mencabut kebijakan pembatasan media sosial yang dilakukan sejak Rabu (22/5/2019) lalu, menyusul aksi 22 Mei yang berujung ricuh.

‎Kubu 02 Sayangkan Tiada Belasungkawa Jokowi Atas Korban Aksi 22 Mei, Lalu Ancam Bubarkan Komnas HAM

Berikut ini isi lengkap siaran pers No. 107/HM/KOMINFO/05/2019 tentang Normalisasi Fitur Platform Media Sosial dan Pesan Instan:

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved