Pilpres 2019

YLKI Bilang Efek Pembatasan Media Sosial Tak Siginifikan karena Masyarakat Masih Bisa Pakai VPN

YAYASAN Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengkritik langkah pemerintah memblokir media sosial dan membuat WhatsApp down.

YLKI Bilang Efek Pembatasan Media Sosial Tak Siginifikan karena Masyarakat Masih Bisa Pakai VPN
Istimewa
ILUSTRASI media sosial 

YAYASAN Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengkritik langkah pemerintah memblokir media sosial dan membuat WhatsApp down.

Dalam tiga hari terakhir, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika membuat langkah memperlambat akses media sosial, untuk membendung liarnya informasi yang dapat mengganggu ketenteraman keamanan negara, terutama di grup WA.

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi menilai, pemerintah tidak bisa melakukan pemblokiran media sosial secara gegabah dan sembrono.

Preman Tanah Abang Terlibat Kerusuhan Aksi 22 Mei, Dibayar Rp 300 Ribu per Hari

“Janganlah ingin menegakkan hukum tetapi dengan cara melanggar hukum. Janganlah ingin menangkap seekor tikus tetapi dengan cara membakar lumbung padinya,” ucapnya dalam keterangan tertulis, Jumat (24/5/2019).

"Bagaimanapun pemblokiran itu melanggar hak-hak publik yang paling mendasar, yakni mendapatkan informasi bahkan merugikan secara ekonomi,” sambungnya.

Pemblokiran itu, katanya, secara sektoral melanggar UU No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen serta UU sektoral lainnya, dan secara general melanggar UUD 1945.

Empat Perusuh Aksi 22 Mei Positif Pakai Narkoba, Dua Tersangka Terafiliasi ISIS dan Niat Jihad

Menurut Tulus Abadi, pemerintah seharusnya tidak melakukan pemblokiran tanpa paramater dan kriteria yang jelas.

“Ke depan, janganlah pemblokiran ini menjadi preseden buruk pemberangusan suara publik yang dijamin oleh konstitusi," paparnya.

"Tidak bisa dikit dikit blokir. Pemblokiran hanya bisa ditoleransi jika dalam keadaan darurat, dan parameter darurat harus jelas dan terukur,” imbuh Tulus Abadi.

Sampai Kapan Pemerintah Batasi Media Sosial karena Aksi 22 Mei? Ini Kata Menkominfo

Tak bisa dipungkiri, medsos, WhatsApp, dan sejenisnya, menjadi bagian yang tidak bisa terpisahkan dari kehidupan masyarakat.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved