Berita Video

VIDEO: Sopir Ambulans Berisi Batu Mengaku Belum Dibayar DPC Partai Gerindra Tasikmalaya

Obby Nugraha dan Iskandar Hamid adalah anggota Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Gerindra Tasikmalaya

Yayan Hendrayana sopir ambulans partai yang ditangkap bersama empat penumpangnya memberikan pengakuan saat dihadirkan di konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (23/5/2019).

Dikutip dari Tribunnews, Yayan ditangkap bersama empat penumpang ambulans yakni Obby Nugraha alias Obby, Iskandar Hamid, Hendrik Syamrosa, dan Surya Gemara Cibro.

Obby Nugraha dan Iskandar Hamid adalah anggota Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Gerindra Tasikmalaya yang berangkat ke Jakarta bersama Yayan.

Sementara Hendrik Syamrosa dan Surya Gemara Cibro adalah simpatisan partai asal Riau yang menumpang ambulans saat tiba di Jakarta, tepatnya di kawasan HOS Tjokroaminoto.

Yayan mengaku hanya menjalankan instruksi dari DPC Partai Gerindra Tasikmalaya untuk membawa mobil ambulans warna putih berlambang Partai Gerindra ke Jakarta.

"Saya disuruh DPC," kata Yayan.

Berdasarkan informasi dari kepolisian, Yayan dibekali uang operasional Rp1,2 juta, namun ia membantah telah menerima uang tersebut.

"Belum, Pak. Saya juga belum dibayar," kata Yayan.

Sebelumnya DPC Partai Gerindra Tasikmalaya mengakui mengirim ambulans ke Jakarta untuk mengantisipasi adanya korban.

Namun berdasarkan temuan polisi, polisi mendapati dua fakta janggal.

Pertama, polisi tak menemukan perlengkapan medis maupun obat-obatan di dalam ambulans.

Kedua, kelima penumpang ambulans yang ditetapkan sebagai tersangka tak ada yang memiliki kualifikasi sebagai petugas medis.

Kini kelimanya masih menjalani pemeriksaan karena para pelaku pelaku belum memberikan keterangan asal batu tersebut dan siapa yang memerintahkan.

"Mereka berlima mengaku tidak tahu asal batu itu dari mana. Makanya itu yang sedang kita dalami," kata Kanit I Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Malvino Edward Yusticia

Kelimanya pun dijerat pasal 55, 56, 170, 212 dan 214 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun kurungan penjara atau lebih.(Tribun-Video/Alfin Wahyu Yulianto)

Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved